SERBA SERBI SOSIOLOGI KOMUNIKASI
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah
SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya. Lalu tidak lupa shalawat serta
salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah
menjadi guru terbaik dan menjadi suri tauladan bagi seluruh umat Islam.
Sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas “Mini Book” mata kuliah Sosiologi
Komunikasi dengan judul “Serba-serbi Sosiologi Komunikasi”.
Dalam penulisannya, penulis
memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak. Karena itu, penulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Abu Amar Bustomi, M.Si. selaku
dosen mata kuliah Sosiologi Komunikasi yang sudah memberi dukungan kepada saya.
Lalu penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah
membantu dalam pembuatan Mini Book ini.
Buku ini tentu masih jauh dari
kata sempurna, untuk itu kritik dan saran penulis harapkan demi kesempurnaannya.
Penulis berharap semoga buku ini dapat bermanfaat bagi pembacanya. Atas
perhatiannya, penulis ucapkan terima kasih.
Surabaya, 17 Juni 2021
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I RUANG
LINGKUP SOSIOLOGI KOMUNIKASI
BAB II PENGERTIAN SISTEM KOMUNIKASI DAN RELASI
KOMUNIKASI ANTARA PERSONAL DAN
INTERPERSONAL
BAB V PERILAKU KOLEKTIF & PENGELOMPOKAN MANUSIA
BAB VI SISTEM KOMUNIKASI KOTA DAN DESA
A. System komunikasi masyarakat kota
B. System komunikasi masyarakat desa
BAB VII PERUBAHAN SOSIAL (SOCIAL
CHANGE)
BAB I
RUANG LINGKUP SOSIOLOGI KOMUNIKASI
Sosiologi komunikasi merupakan suatu ilmu yang
mempelajari tentang ilmu komunikasi yang dilihat dari segi sosiologi atau
kemasyarakatan. Menurut Soerjono Soekanto, sosiologi komunikasi merupakan
kekhususan sosiologi mempelajari interaksi sosial. Ranah sosiologi komunikasi
meliputi individu, kelompok, masyarakat, dunia, dan segala interaksinya..
Ruang lingkup sosiologi komunikasi meliputi
telematika realitas, efek media, norma sosial baru, cyber community, perubahan
sosial komunikasi, hukum bisnis media. Segala interaksi dapat disebut
telematika realitas yang menyangkut soal teknologi pada media komunikasi, dll.
Perkembangan objek ini sangat berpengaruh pada perkembangan media masa. Efek media
masa ini merupakan perangkat kehidupan masyarakat yang merubah pola hidup
masyarakat. Salah satu efek media masa adalah pergeseran norma-norma sosial
hingga menjadi norma-norma baru yang berlaku. Munculnya norma-norma baru
bergeser membentuk komunitas yang berteknologi atau berkomunikasi melalui media
teknologi. Seperti mudahnya akses memesan makanan dengan system online.
Komunitas ini disebut cyber community. Perubahan pada masyarakat semakin terasa
seperti yang jauh semakin dekat dan kebalikannya. Perubahan tersebut merupakan
salah satu perubahan sosial komunikasi. Factor perubahan sosial menyebabkan
mmunculnya hukum atau undang-undang IT.
Sosiologi komunikasi memilik 4 konsep. Yang
pertama adalah sosiologi yang mempelajari hubungan antar individu sebagai
makhluk sosial yang dapat menyebabkan adanya perubahan sosial. Yang kedua
masyarakat yang terdiri dari kumpulan individu dan hidup berdampingan dalam
satu wilayah dan terikat norma-norma. Yang ketiga adalah komunikasi merupakan
suatu media penyampai pesan. Yang keempat adalah media informasi yang merupakan
alat untuk berkomunikasi.
Obyek sosiologi komunikasi meliputi obyek
keilmuan materiil dan obyek keilmuan formal. Obyak keilmuan materiil adalah
manusia. Sedangkan obyek keilmuan formal adalah proses soial dan komunikasi.
Lahirnya sosiologi komunikasi menempuh dua jalur
utama. Kajian-kajian masyarakat oleh Comte, Durkhein, Talcott Parsons merupakan
pandangan paradigm fungsional, sementara Mars, Dewey, dan Habermas diwakili
oleh paradigm konflik yang menjadi cikal bakal lahirnya teori-teori kritis
dalam kajian komunikasi.
Deddy Mulyana dalam (Sambas,2015) mengidentifikasi teori-teori sosiologi komnikasi menjadi teori perbandingan sosial, teori percakapan kelompok, dan teori pertukaran sosial. Teori perbandingan sosial merupakan teori yang berasumsi bahwa dalam kehidupan kita ini selalu membandingkan diri kita dengan orang lain atau kelompok kita dengan kelompok lain. Sedangkan teori percakapan kelompok merupakan teori yang berpandangan bahwa percakapan kelompok sangat berkatian produktivitas kelompok atau upaya untuk mencapai melalui masukan, variable perantara, dan keluar dari kelompok. Lalu teori pertukaran sosial menjelaskan bahwa hubungan manusia melibatkan pertukaran barang dan jasa serta biaya dan imbalan ketika berinteraksi satu sama lain dalam lingkup kehidupan sosial.
BAB II
PENGERTIAN SISTEM KOMUNIKASI DAN RELASI
KOMUNIKASI ANTARA PERSONAL DAN
INTERPERSONAL
Sistem
komunikasi ini berkaitan dengan peralatan canggih yaitu peralatan yang
digunakan dan mampu untuk menghubungkan seseorang dengan orang lain yang
terpisah Jarak dan waktu. Peralatan komunikasi ini dapat menyalurkan berbagai
bentuk Informasi seperti :
1)
Informasi audio berupa
penyampaian informasi mengenai pesan suara.
2)
Informasi berupa pesan
gambar atau pesan berupa video.
3)
Informasi audio visual
yaitu penyampaian informasi berupa perpaduan atau gabungan pesan baik suara
maupun gambar.
4)
Informasi teks yaitu
penyampaian informasi berupa pesan tulisan atau teks.
Beberapa contoh peralatan
komunikasi yang sering ditemui dan dipergunakan yaitu :
1)
Telepon
Telepon
merupakan alat komunikasi modern yang digunakan untuk menyampaikan informasi
berupa pesan suara saja atau audio. Dengan telepon kita dapat melakukan
percakapan secara real-time atau waktu sebenarnya yang saat ini sedang terjadi
melalui jarak yang jauh.
2)
Mesin teks
Mesin teks
adalah alat komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan dokumen dengan cara
melakukan scanning atau copy. Pengiriman tersebut melalui jaringan telepon
dengan hasil yang serupa dengan aslinya dan sampai saat ini mesin ini masih
banyak dipergunakan di kantor atau di perusahaan untuk mengirimkan surat atau
dokumen penting dalam waktu yang singkat.
3)
Radio
Radio merupakan
alat komunikasi searah yang mampu menerima sinyal suara yang dipancarkan oleh
pemancar radio melalui modulasi gelombang elektromagnetik. Dikarenakan sifat
yang searah, maka radio hanya mampu menerima pesan berupa suara saja. Modulasi
merupakan proses penumpangan sinyal suara terhadap gelombang pembawa
dikarenakan bersifat searah maka radio ini merupakan peralatan penyampaian
informasi.
4)
Televisi
Televisi
merupakan media komunikasi yang berfungsi sebagai penerima siaran berupa audio
visual. Kata televisi berasal dari bahasa Yunani yaitu tele yang berarti jauh
dan dari bahasa Latin yang berarti penglihatan. Televisi dapat diartikan
sebagai alat komunikasi jarak jauh yang dapat menerima informasi berupa gambar
yang dapat dilihat dan didengar. Masih seperti radio, namun karena bersifat
sara sejatinya televisi ini merupakan peralatan penyampaian Informasi.
5)
Handphone
Handphone
atau telepon seluler atau ada juga yang menyebutnya dengan ponsel merupakan
perangkat komunikasi yang canggih. Hal ini dikarenakan kemampuannya dalam
menggabungkan beberapa alat komunikasi sekaligus seperti telepon, radio,
televise, bahkan internet. Dengan kecanggihannya, ponsel menjadi alat
komunikasi modern yang saat ini sudah digunakan oleh sebagian besar masyarakat
di dunia dan hingga sekarang sampai ke seluruh dunia.
6)
Laptop
Laptop
merupakan sarana portable yang juga memiliki fungsi yang sama dengan handphone.
Selain laptop kita juga mengenal istilah personal computer yang pada awal
kemunculannya merupakan hal yang menakjubkan dalam dunia teknologi informasi
dan komunikasi. Namun seiring berkembangnya waktu maka muncullah laptop ini
dengan beragam kelebihannya.
Sistem jaringan
digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih komputer sehingga dapat bertukar
dan berbagi data. Sistem jaringan juga berlaku pada ponsel dengan memanfaatkan
jaringan internet. Untuk komputer atau perangkat yang berdiri sendiri dan tidak
terhubung dengan jaringan biasa disebut dengan istilah stand alone.
Komputer atau perangkat yang saling terhubung dengan komputer lain melalui
sebuah jaringan disebut dengan istilah networking.
Sistem jaringan
yang pertama kita kenal itu ada yang dinamakan dengan server. Server merupakan
sejumlah perangkat yang dapat digunakan sebagai penyedia perangkat lunak
ataupun penyimpanan data. Disamping itu fungsi server juga untuk mengatur jalur
komunikasi antara server dengan komputer yang ada di dalam jaringannya.
Kemudian peralatan dan sistem jaringan yang kedua yaitu Client. Client
merupakan komputer yang memiliki kemampuan untuk memproses data dan dapat
meminta informasi atau data kepada serta jenis computer. Pada Client umumnya sama
dengan jenis personal computer yang ada di pasaran, handphone maupun tablet dan
jenis komputer lain dapat dikategorikan sebagai router. Router merupakan
perangkat yang digunakan dalam jaringan untuk mengirimkan data kepada jaringan
lainnya melalui jalur yang lebih cepat, tepat, dan efisien. Beberapa orang
terkadang menyebut alat ini dengan nama router wi-fi. Berikutnya contoh
peralatan dalam sistem jaringan yang sering dipergunakan juga adalah modem.
Modem merupakan kepanjangan dari modulator demodulator yaitu
merupakan alat yang memungkinkan sistem komputer dapat terhubung dengan
jaringan internet melalui komunikasi seluler.
Istilah
komunikasi antar personal lebih efisien dipakai untuk menandakan komunikasi
dari satu orang kepada orang lain meskipun tidak perlu Face to Face. Komunikasi
antar personal adalah proses dimana satu orang merangsang makna pesan verbal
dan nonverbal yang sudah ada dalam pikiran orang lain. Konteks komunikasi
antar personal banyak membahas tentang Bagaimana suatu hubungan dimulai,
bagaimana mempertahankan hubungan dan keretakan suatu hubungan.
Bentuk
komunikasi antar personal dibagi menjadi 4. Yang pertama Inescapable yaitu
komunikasi antar personal tidak dapat dihindari. yang kedua Irreversible yaitu
komunikasi antar personal tidak dapat ditarik kembali.Yang ketiga Complicated yaitu
Komunikasi antarpersonal itu rumit. Hal ini karena melibatkan diri seseorang
yang harus dipersiapkan baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain dan
sebaliknya. Yang terakhir kontekstual yaitu komunikasi antar personal
kontekstual seperti konteks psikologi, budaya, lingkungan dan
konteks hubungan.
Komunikasi antar
personal adalah bila ada dua orang atau lebih melakukan interaksi yang
menunjukkan adanya hubungan yang jelas. Sedangkan hubungan yang jelas akan
terbina melalui tahapan kontak, keterlibatan dan keakraban. Pada tahap kontak
ini penampilan fisik cukup penting karena dimensi fisik merupakan dimensi
paling terbuka untuk diamati secara mudah. Sedangkan keterlibatan
merupakan tahap pengenalan lebih jauh. Ketika ada pengikatan diri untuk
lebih mengenal orang lain dan juga ada pengungkapan diri sendiri.
Lalu tahap keakraban ini terjadi pengikatan diri lebih jauh kepada orang
lain. Akan terbinanya hubungan persahabatan atau kekasih, biasanya tahap
ini disediakan hanya untuk sedikit orang, karena jarang sekali orang
memiliki banyak sahabat yang akrab, kecuali keluarga.
Mitos biasanya
bercerita tentang seluruh pengalaman mendalam manusia, mendalam
seolah-olah terbenam dalam darah dan dalam jiwa, yang dapat menjelaskan
atau menggambarkan mental manusia. David Herbert Lawrence ( 1885- 1930).
Komunikasi antar personal itu ibarat mitos yang bercerita tentang seluruh
pengalaman mendalam manusia ( devito, 1989).
Suatu peristiwa
tetap muka dalam komunikasi antar personal adalah sebuah informasi.
bertemu, berjabat tangan, berpandangan di saat tatap muka merupakan
informasi penting dalam komunikasi antar personal. Albert
mehrabian berpendapat bahwa 55% dari komunikasi tatap muka manusia dapat
dimaknai dari pesan melalui bahasa tubuh, 38% melalui nada suara,
sisanya 7% dengan kata-kata. Dengan kata lain, mitos ini mengatakan
bahwa pesan komunikasi antar personal yang kita kirimkan dan yang kita terima
didominasi oleh bahasa tubuh. Kita membutuhkan informasi dan isi
informasi itu seolah hanya diwakili oleh sejumlah kata yang diucapkan., Semakin
banyak kata yang diucapkan semakin jelas pula informasi yang kita butuhkan.
Ketika kita berbicara dengan orang lain, kita terbiasa fokus
dengan fakta yang kita ucapkan atau yang diucapkan oleh orang lain.
Harusnya jangan fokus pada apa yang anda katakan, tetapi fokus pada
bagaimana cara anda mengatakan sesuatu sehingga membuat orang lain senang.
Seringkali kita menyampaikan suatu informasi yang kurang menyenangkan kepada
pihak lain, ada pepatah Cina mengatakan kan “ bungkuslah
manisan dengan pembungkus yang bagus”. Ini mengingatkan kita agar tidak
meremehkan komunikasi antar personal. Jangan Anggap enteng komunikasi
antarpersonal karena mudah.
Dengan kemudahan
ini terkadang mengabaikan faktor lain seperti situasi fisik lingkungan atau
perasaan yang dialami oleh lawan bicara. Jika pertemuan pertama kali dengan
seseorang maka ditingkatkanlah frekuensi dan kualitasnya maka menjadi relasi
antar personal. Kita tidak otomatis memiliki hubungan antar personal
dengan seseorang hanya karena kita berkomunikasi antar personal dengan
dia. Komunikasi antar personal dapat meningkatkan hubungan antar personal
dan itu hanya terjadi manakala terjadinya pola-pola pertukaran pesan secara
intim dari waktu ke waktu.
Tujuan komunikasi antar personal :
1)
Saya ingin dimengerti
orang lain
2)
Saya dapat mengerti
orang lain
3)
Saya ingin diterima
orang lain
4)
Agar saya dan orang
lain bersama-sama memperoleh sesuatu yang harus dikerjakan bersama
Komunikasi psikologi
mengkomunikasikan pesan dengan baik. Komunikasi yang digunakan yaitu komunikasi
sosiologi komunikator. Percakapan satu sama lain menggunakan etika dalam
komunikasi.
Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau beberapa
orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan dan menggunakan
informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada dasarnya
komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua
belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh
keduanya, maka komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan
gerak-gerik tubuh atau menunjukkan sikap tertentu misalnya tersenyum.
Sedangkan relasi merupakan upaya menjalin hubungan dengan orang
lain baik itu klien rekan kerja bawahan maupun atasan sehingga sangat
menentukan keberhasilan kepemimpinan dan organisasi yang dipimpin.
Komunikasi dapat dibagi menjadi lima jenis :
1) Komunikasi lisan dan tulisan
2) Komunikasi verbal dan nonverbal
3) Komunikasi ke bawah ke atas dan ke samping
4) Komunikasi formal dan informal
5) Komunikasi satu arah dan dua arah.
Komunikasi Interpersonal
merupakan proses penukaran informasi atau komunikasi yang dilakukan dua orang
atau lebih secara langsung maupun dengan media yang bertujuan untuk memperoleh
reaksi atau feedback dalam bentuk verbal ataupun non-verbal. Contohnya saat
kita mengobrol dengan teman, dosen, keluarga, dll. Agar bisa memahaminya
lebih lanjut, berikut ini pengertian komunikasi interpersonal menurut para ahli
:
1) Judy C. Pearson, dkk berpendapat bahwa komunikasi
interpersonal merupakan sebuah proses penyampaian pesan untuk mencapai
kesepakatan atau persamaan makna antara dua orang atau lebih, dalam suatu
situasi yang akan memberikan kesempatan sama, baik untuk pembicara atau
narasumber maupun pendengar.
2) Ronald B. Adler, dkk, mendefinisikan komunikasi
interpersonal sebagai jenis percakapan antara dua orang atau lebih yang
berhubungan dengan konteks komunikasi antarpersonal.
Terdapat beberapa ciri komunikasi interpersonal, yaitu:
1) Dilakukan oleh dua orang atau lebih.
2) Menggunakan media tertentu ( telepon, handphone, dll).
3) Bahasa yang digunakan formal maupun informal.
4) Bersifat dialogis.
Komunikasi Interpersonal
memiliki beberapa tujuan seperti, menyampaikan informasi, berbagi pengalaman,
melakukan kerjasama, menumbuhkan motivasi, serta membentuk hubungan dengan
orang lain. Komunikasi Interpersonal biasanya dapat dijumpai ketika wawancara
kerja, rapat, diskusi kelompok, dan kegiatan jual-beli.
Fungsi komunikasi
sendiri dapat dibagi menjadi 4 yaitu :
1) Fungsi informatif yaitu seluruh anggota organisasi berharap
mendapatkan informasi yang lebih banyak Lebih baik dan tepat waktu.
2) Fungsi regulatif berkaitan dengan peraturan-peraturan yang
berlaku pada suatu organisasi.
3) Fungsi persuasif melakukan persuasi dibandingkan perintah
untuk hasil kerja dan komunikasi yang lebih baik.
4) Fungsi integratif yaitu menyediakan saluran yang
memungkinkan karyawan dapat melakukan tugas dan pekerjaannya dengan baik.
Gaya komunikasi
pimpinan dibagi menjadi 6 yaitu :
1) The controlling style yaitu gaya komunikasi yang bersifat
mengendalikan ini ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk
membatasi, memaksa dan mengetahui perilaku, aku pikiran dan
Tanggapan orang lain.
2) The equalitarian style yaitu aspek penting gaya
komunikasi ini ialah adanya landasan kesamaan. the equalitarian style of
communication ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan pesan verbal
secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah.
3) The structuring style yaitu gaya komunikasi yang
yang berstruktur ini, memanfaatkan pesan pesan verbal secara
tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan,
penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi.
4) The Dynamic style yaitu gaya komunikasi yang dinamis
ini memiliki kecenderungan agresif, karena pengiriman pesan atau sender
memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan.
5) The relinguishing style yaitu gaya komunikasi ini lebih
mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat ataupun gagasan
orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun
pengiriman pesan (sender) mempunyai hak untuk memberi perintah dan mengontrol
orang lain.
6) The withdrawal style yaitu akibat yang muncul jika gaya ini
digunakan adalah melemahnya tindak komunikasi , artinya tidak ada
keinginan dari orang-orang yang memakai gaya ini untuk berkomunikasi dengan
orang lain, karena ada beberapa persoalan atau pun kesulitan antar
pribadi yang dihadapi oleh orang-orang tersebut.
Hambatan dalam
berkomunikasi dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
1) Hambatan teknis karena keterbatasan fasilitas dan peralatan
komunikasi.
2) Hambatan semantik yaitu hambatan dalam Proses penyampaian
pengertian atau ide secara efektif.
3) Hambatan manusiawi terjadi karena adanya faktor emosi dan
prasangka pribadi, persepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan
atau ketidakmampuan alat-alat panca indra seseorang.
Komunikasi yang baik
dapat membangun hubungan dengan orang lain dengan baik. Media relation
merupakan Kegiatan HUMAS untuk menjalin hubungan yang baik dengan media massa.
Peran media relation atau PR yaitu untuk mengklarifikasi atau memberikan
informasi kepada pers yang akan disampaikan kepada khalayak. Lalu press
briefing dalam hal ini dilakukan oleh para pejabat-pejabat perusahaan untuk
memberikan informasi informasi kepada jurnalis dalam hal ini mereka memiliki
visi misi dalam membangun perusahaan nya kemudian mempromosikan program-program.
Apabila suatu perusahaan
melaksanakan program media relation, pada biasanya ialah perusahaan yang
sangat memerlukan dukungan media massa dalam pencapaian :
a)
Untuk mendapatkan
tempat dalam pemberitaan media
b)
Untuk memdapatkan
publisitas seluas mungkin mengenai aktivitas serta instansi
c)
Menciptakan relasi yg
stabil dan berkelanjutan yg dilandasi oleh saling percaya.
d)
Untuk mendapatkan
umpan balik dari masyarakat mengenai upaya dan aktivitas organisasi
Biasanya perusahaan mengundang jurnalis untuk melakukan kajian tentang gunanya untuk membuat ikatan antara pemilik perusahaan dan interview. Hal ini biasa dilakukan oleh pejabat dari perusahaan tersebut dengan pers untuk dilakukannya yang namanya wawancara atau interview. Biasanya sifatnya itu lebih pribadi dan interview Ini fungsinya adalah untuk memperkenalkan kepada halayak siapa-siapa saja sih orang-orang hebat di balik suksesnya perusahaan tersebut dan hal ini tentunya akan membuat perusahaan tersebut Indonesia lebih keren lagi.
BAB III
KOMUNIKASI MASSA
Semakin berkembangnya generasi, semakin pula
berkembangnya teknologi dan pemikiran-pemikiran yang baru lahir. Salah satunya
media sosial. Lahirnya media sosial ini membawa pengaruh buruk maupun negatif
tergantung bagaimana kita memafaatkannya. Maka dari itu berikut beberapa tips
memanfaatkan media sosial :
1)
Mempromosikan Bisnis
Sebagian
generasi C usia produktif biasanya menggunakan media sosial untuk mempromosikan
bisnis. Sekarang, bisnis online maupun offline bisa dipromosikan secara
maksimal melalui media sosial yang tepat, seperti Instagram, Youtube, dan
Facebook.
Semakin banyak
followers media sosialmu, maka semakin besar pula kesempatan untuk mendapatkan
pelanggan baru. Personal branding bisnis melalui media sosial harus dilakukan
secara terencana supaya bisnismu memiliki ciri khas yang membuat pelanggan tak
mau beralih ke kompetitor.
2)
Menyimpan Portofolio
Jika kamu
bekerja di industri kreatif, maka sebaiknya kamu juga menggunakan media sosial
sebagai tempat menyimpan portofolio. Sebagai bagian dari generasi C, jangan
malas update portofolio secara rutin ya, sobat ngobi. Portofolio tersebut
membuktikan bahwa kamu adalah seorang profesional yang memiliki banyak karya
brilian dan sangat mencintai pekerjaanmu.
3)
Menjalin Relasi dengan
Kenalan Baru
Faktanya,
menjalin relasi dengan kenalan baru di media sosial tak selalu buruk lho, sobat
ngobi. Kamu bisa mengenal publik figur, rekan seprofesi, atau teman baru yang
satu hobi denganmu melalui media sosial. Jika kamu sering menjalin
relasi melalui media sosial, pastikan kalau kamu berkenalan dengan orang-orang
yang menyenangkan dan bisa membawa dampak positif bagi kehidupanmu.
4)
Mencari Referensi
Belanja Online
Selain bisa
dimanfaatkan untuk mempopulerkan bisnis, media sosial juga bisa digunakan untuk
mencari referensi belanja online. Jadi, tak mengherankan deh bila generasi C
sering kali asyik scrolling timeline media sosial sebelum membeli produk atau
memesan jasa tertentu. Saat ini, banyak sekali toko online yang menyediakan produk
dan jasa berkualitas melalui media sosial.
Kamu hanya perlu
teliti membandingkan harga dan kualitas serta mencermati testimoni dari para
pelanggan lainnya. Kalau kamu teliti sebelum memutuskan untuk belanja online,
kemungkinan besar kamu bisa mendapatkan produk terbaik dengan harga yang paling
murah.
5)
Mendapatkan Informasi
yang Valid dan Up To Date
Jangan ngaku
generasi C kalau kamu tidak teliti mendapatkan informasi yang valid dan up to
date. Orang-orang yang tergolong dalam kelompok generasi C selalu memanfaatkan
media sosial untuk mengakses informasi terkini secara real time. Kalau kamu
ingin selalu up to date terhadap perkembangan informasi terbaru, kamu harus
follow akun-akun berita yang kebenarannya dapat dipercaya.
6)
Memperoleh Berbagai
Inspirasi
Inspirasi bisa
datang dari mana saja, termasuk dari media sosial. Generasi C memang paling
jago untuk urusan mencari inspirasi di internet. Media sosial bisa dimanfaatkan
untuk mendapatkan inspirasi resep masakan, desain rumah, ide bisnis, hingga
konten kreatif.
7)
Mengabadikan
Momen-Momen Berharga
Generasi C yang
bijak tidak memanfaatkan media sosial untuk sekadar pamer. Lebih dari itu, ada
keinginan mengabadikan momen-momen berharga supaya bisa dikenang di masa depan.
Inilah yang membuat generasi C senantiasa berusaha mengedit dan mengunggah
konten-konten yang menarik agar momen istimewanya terkesan sempurna di media
sosial.
Tujuannya tentu
saja bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk membuat rekam jejak
pribadi yang tak terlupakan. Konten media sosial pribadi bisa menjadi bahan
cerita yang menarik untuk anak cucumu nanti, terutama soal kisah cinta dan
pengalaman hidupmu semasa muda.
Komunikasi merupakan bagian dari ilmu sosial yang berakar pada
filsafat. Dalam kehidupan manusia baik secara individu maupun bermasyarakat
tentu selalu melakukan komunikasi. Banyak teori yang dikembangkan oleh para
pakar komunikasi, hal tersebut dilakukan untuk melahirkan suatu disiplin ilmu
yang berguna bagi umat manusia.
Fenomena inilah yang
menarik untuk dikaji dan dijadikan sebagai pedoman dalam komunikasi yang
berlandaskan dan berprinsip pada komunikasi Islami. Sesungguhnya Allah SWT
sejak menurunkan wahyu pertamanya dalam surat Al-’Alaq adalah perintah untuk
membaca. Hal ini mengindikasikan bahwa pada setiap manusia diberikan anugrah
berupa kemampuan untuk membaca dirinya dan juga lingkungan sekelilingnya.
Proses membaca ini merupakan salah satu implementasi dari komunikasi
intrapersonal yang berproses pada diri manusia.
Beberapa bentuk
komunikasi yang telah dikembangkan oleh para pakar, antara lain komunikasi
intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi
organisasi dan komunikasi massa.
Komunikasi massa adalah
pesan yang di komunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (Mass
communication is message communicated through a mass medium to a large number
of people). Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa komunikasi massa itu
harus menggunakan media massa.7 Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi
yang berlandaskan tekhnologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu atau
berkelanjutan serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri. Dari
definisi Gerbner tergambar bahwa komunikasi massa itu menghasilkan suatu produk
berupa pesan – pesan komunikasi. Produk tersebut disebarkan, didistribusikan
kepada khalayak luas secara terus menerus dalam jarak waktu yang tetap,
misalnya harian mingguan, dwimingguan atau bulanan.
Komunikasi massa
merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam
menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumlah banyak,
bertempat tinggal yang jauh, sangat heterogen, dan menimbulkan efek
tertentu. Berbagai teori telah dikembangkan oleh pakar komunikasi untuk melahirkan
landasan bagi pelaku komunikasi untuk melakukan komunikasi yang baik dan
efektif bagi khalayak. Antara lain perpaduan antara konsep manusia dengan
berpedoman pada sumber dasar umat Islam, yakni Al-Quran dan Hadis.
Komunikasi massa
sebagaimana dikatakan yang dikutip oleh Jalaluddin Rakhmat dalam Psikologi
Komunikasi adalah: “message communicated through a mass medium to a large
number of people” (pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada
sejumlah besar orang. Pakar lain, Gerbner menyatakan, “mass communication is
the technologically based production and distribution of the most broardly
shared continuous flow of message in industrial societies”,yakni komunikasi
massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologii dan lembaga
dari urus pesan yang kontinu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat
industri.
Komunikasi massa
dilakukan melalui proses komunikasi melalui media massa dengan berbagai tujuan
komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas. Artinya komunikasi
massa itu adalah Media massa sebagai sarana saluran informasi yang dihasilkan
oleh teknologi modren, seperti televisi, radio, koran, film, internet dan
lain-lain.
Empat tanda pokok
komunikasi massa, antara lain disebutkan :
1)
Bersifat tidak langsung, artinya harus
melewati media teknis,
2)
Bersifat satu arah,
artinya tidak ada interaksi antara peserta-peserta komunikasi,
3)
Bersifat tebuka,
artinya ditujukan pada public yang tidak terbatas dan anonym,
4)
Mempunyai piblik yang
secara geografis tersebar.
Berdasarkan definisi serta pokok-pokok komunikasi massa di atas
maka dapat diketahui bahwa komunikasi masssa memiliki peran besar dalam
menyampaikan pesan kepada masyarakat dalam skala luas, baik untuk sekedar
menyampaikan informasi, atau untuk mendidik, menghibur, membimbing maupun untuk
memengaruhi pemikiran mereka.
Teori-teori Komunikasi
Massa dalam Perspektif secara khusus belum banyak disebutkan secara konseptual,
namun beberapa uraian telah disebutkan untuk menjelaskan bahwa komunikasi massa
atau hal yang erat kaitannya dengan audien atau khalayak ramai terdapat dalam
materi kajian keilmua dakwah, di mana proses penyampaiannya melalui media
kepada masyarakat atau orang banyak.
Konseptualisasi
komunikasi massa sering dikaitkan dengan sifatnya yang massif, heterogen, delayed
feedback dan seterusnya. Konsep ini menjadi rancu setelah munculnya
berbagai media komunikasi dengan teknik yang lebih maju seperti; komputer,
internet dan handpone dengan berbagai bentuk konvergensinya (keadaan menuju
satu titik pertemuan-KBBI). Penemuan teknologi komunikasi baru ini menjadikan
demassifikasi sebagai salah satu sifat komunikasi massa, yang sangat kontras
dengan konsep awal komunikasi massa. Melihat hal ini, Turow menyarankan istilah
massa diganti dengan media.
Para pakar komunikasi
telah banyak melahirkan teori tentang komunikasi massa. Tiga teori komunikasi
massa, yaitu sebagai berikut:
1)
Teori Hypodermik
Apa yang disajikan media massa
secara langsung memberi rangsangan atau berdampak kuat pada diri audience.
Tidak ada campur tangan diantara pesan dan penerima, artinya pesan yang sangat
jelas dan sederhana akan jelas dan sederhana pula direspon. Jadi, antara
penerima dengan pesan yang disebarkan oleh pengirim tidak ada perantara atau
langsung diterimanya, oleh karena itu disebut dengan teori puluru (Hypodermic
Needle Theory/ Ballet Theory).
Salah satu contohnya adalah
televise. Berbagai perilaku yang diperlihatkan ntegras dalam adegan filmnya
memberi rangsangan masyarakat untuk menirunya, padahal semua orang tahu bahwa
apa yang disajikan itu semua bukan yang terjadi sebenarnya. Akan tetapi, karena
begitu kuatnya pengaruh ntegras, penonton tidak kuasa untuk melepaskan diri
dari keterpengaruhan itu.
2)
Cultivation Theory
Menurut teori kultivasi, ntegras menjadi media
atau alat utama di mana para penonton integras belajar tentang
masyarakat dan kultur di lingkungannya. Ini artinya, melalui kontak penonton
dengan integras, ia belajar tentang dunia, orang-orangnya, nilai-nilainya serta
adat kebiasaannya.
3)
Teori Difusi Inovasi
Difusi adalah suatu jenis khusus
komunikasi yang berkaitan dengan penyebaran pesan-pesan sebagai ide baru.
Sedangkan komunikasi didefinisikan sebagai proses di mana para pelakunya
menciptakan informasi dan saling bertukar informasi tersebut untuk mencapai
pengertian bersama. Di dalam pesan itu terdapat ketersamaan (newness)
yang memberikan ciri khusus kepada difusi yang mengangkut ketakpastian. Derajat
ketidakpastian seseorang akan dapat dikurangi dengan jalan memperoleh
informasi.
Adapun ciri-ciri komunikasi massa dalam lingkup sosial yaitu komunikator dalam komunikasi massa melembaga, Komunikan dalam komunikasi massa bersifat heterogen, Pesannya bersifat umum, Komunikasi berlangsung satu arah, Komunikasi massa menimbulkan keserempakan, Komunikasi massa mengandalkan peralatan teknis dan Komunikasi massa dikontrol oleh gate keeper (pintu masuk). Fungsi Komunikasi Massa antara lain sebagai informasi, hiburan, persuasi, transmisi budaya, mendorong integrase sosial, pengawasan, korelasi, pewarisan sosial, melawan kukuasaan represif, menggugat hubungan trikotomi.
BAB IV
KOMUNIKASI KONTEMPORER
Komunikasi kontemporer berasal dari 2 suku kata,
yaitu komunikasi dan kontemporer. Secara harfiah, komunikasi berasal dari
bahasa latin, “communis” yaitu membangun kebersamaan antara 2 orang
atau lebih. Secara ilmiah, komunikasi berasal dari kata “to
communicate” artinya upaya untuk membuat pendapat, menyatakan
perasaan,menyatakan perasaan, menyampaikan informasi agar diketahui/dipahami
oleh orang lain.
Kata kontemporer yang berasal dari kata “co” yang
artinya bersama dan “tempo” yaitu waktu. Jadi menurut kata,
kontemporer adalah waktu bersamaan. Secara umum, kontemporer
artinya, kekinian, modern, atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan
kondisi waktu yang sama atau saat ini.
Jadi, komunikasi kontemporer adalah perkembangan
komunikasi yang terpengaruh oleh dampak modernisasi. Komunikasi kontemporer
sering diidentik dengan Komunikasi Virtual, komunikasi virtual adalah proses
penyampaian pesan yang dikirimkan melalui internet atau cyberspace. Komunikasi
yang dipahami sebagai virtual reality pada ruang lingkup alam maya dengan
menggunakan internet. Komunikasi kontemporer sebenarnya dilakukan dengan cara
representasi informasi digital yang bersifat diskrit. Internet merupakan media
komunikasi yang sangat efektif bagi umat manusia di dunia.
Jenis-jenis komunikasi kontemporer atau
komunikasi virtual, yaitu :
a.
Email
Electronic Mail. Pesan biasanya
berupa teks yang dikirimkan dari satu alamat ke alamat lain di jaringan
internet. Sebuah alamat email biasanya memiliki format semacam username@gmail.com. Dari sisi biaya, pengguna e-mail juga bisa menikmati
penghematan yang luar biasa. Selain itu e-mail juga multifungsi, bisa untuk
sekedar mengirim kabar berita ke teman atau keluarga atau membalas surat biasa,
melalui e-mail kita juga bisa mengirim aplikasi lamaran kerja atau transaksi
bisnis dan kegiatan ekonomi lainnya. Pendek kata, e-mail adalah satu berkah
(blessing) yang disumbangkan oleh teknologi telekomunikasi.
b.
Chat
Chatting adalah suatu program untuk
para pengguna internet dimana saja berada agar bisa mengenal satu sama lain
walaupun dia berada jauh dari kita. Dengan Chatting kita juga bisa melihat
wajah orang yang baru kita kenal tersebut jika di komputer kita ada satu alat
yang disebut WEBCAM.
c.
Web
World Wide Web - yakni sebuah
sistem dimana informasi dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain
dipresentasikan dalam bentuk hypertext dan dapat diakses oleh perangkat lunak
yang disebut browser. Web adalah sistem pengiriman dokumen tersebar yang
berjalan di internet. Web sekarang telah menjadi media yang sangat penting bagi
periklanan dan alamat web sekarang sudah umum dijumpai pada majalah, surat
kabar, dan iklan televisi. Kelebihan dari Web adalah :
·
Buka 24 jam/hari
·
Tidak bergantung
kepada time zone, time difference
·
Menjangkau seluruh
dunia, menghilangkan batas ruang dan waktu
·
Dapat digunakan untuk
menyediakan informasi sedetail mungkin dan selalu up to date.
Terdapat 10 Teori dalam Komunikasi Kontemporer :
1)
Individual Differenet
Theory
Menurut teori ini, individu sebagai
anggota khalayak sasaran media massa secara efektif. Pesan – pesan yang
disampaikan media massa ditangkap individu sesuai karakteristik dan kebutuhan
personal individu.
2)
Social Categories
Theory
Menurut teori ini, meskipun
masyarakat modern bersifat heterogen, individu yang masuk dalam kategori sosial
tertentu atau sama akan cenderung memiliki perilaku atau sikap yang kurang
lebih sama.
3)
Social Relationship
Theory
Suatu kegiatan yang menghubungkan
kepentingan antarindividu, individu dengan kelompok atau antar kelompok yang
secara langsung ataupun tidak langsung.
4)
Cultural Norms Theory
Media massa melalui informasi yang
disampailan dengan cara tertentu dapat menimbulkan kesan yang oleh khalayak
disesuaikan oleh norma dan nilai budaya.
5)
Social Learning Theory
Proses belajar melului media massa
sebagai pengganti proses belajar secara tradisional.
6)
Agenda Setting Model
Theory
Apabila media memberi tekanan pada
suatu peristiwa, makamedia akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya
penting.
7)
One Step Flow Model
Theory
Setiap media massa mempunyai
kekuatan berbeda. Aspek seleksi penyaringan dari audience mempengaruhi dampak
pesan.
8)
Two Step Model Theory
Media massa memiliki kredibilitas
tinggi dan kemudahan akses bagi semua orang sehingga proses penerimaan tidak
memerlukan perantara.
9)
Multistep Flow Model
Theory
Interaksi antara pesan dan media
massa serta perantara / pemuka pendapat menjadi dinamis dan tidak berlaku satu
arah saja.
10)
Teori Difusi &
Inovasi
Menjelaskan bagaimana proses suatu
inovasi disampaikan melalui saluran-saluran tertentu sepanjang waktu kepada
kelompok anggota dari sistem sosial.
Komunikasi Virtual atau komunikasi kontemporer memiliki kelebihan
dan kekurangan, dan adapun kelebihan dari Komunikasi Virtual yaitu :
1)
Sebagai media
komunikasi interaktif feedback yang terjadi dalam komunikasi interaktifterjadi
langsung dari komunikannya.
2)
Memecahkan persoalan
materialisme dan konsumenisme lewat komunikasi virtual kita bisa mengetahui
semua yang ada di dunia ini melalui internet, jika kita menginginkan sebuah
foto artis atau pujaan kita, maka kita tidak lagi susah susah untuk mencari
atau membeli karena kita bisa mendapatkan secara gratis melalui internet.
3)
Mengurangi persoalan
HIV/AIDS. Melalui internet kita bisa memuaskan hasrat seks tanpa adanya
ketakutan terkena virus-virus seksual.
4)
Mengurangi konflik
sosial, ekonomi, dan politik. Walaupun dalam dunia mayakita bisa berinteraksi
dengan kebudayaan lain dan bisa menimbulkan suatu konflik, tapi disini
kemungkinan munculnya konflik sangatlah sedikit.
5)
Terbebas dari “Urban
Decay” dan “Social Disintegration”, persoalan kemacetankepadatan penduduk,
sampah, merupakan persoalan kota besar yang dapat dikurangkan apabila sebagian
kehidupan fisik dialihkan kedalam kehidupan virtual.
6) Memecahkan persoalan
kebebasan dari demokrasi. Cyberspace menjadi sebuah “Public Sphere” yang ideal,
yang tidak dapat ditemukan di dalam kehidupan nyata.
Dan adapun kekurangannya, yaitu :
1)
Pengguna internet yang
terlalu berlebihan akan menjadi over dan kemungkinan menjadikan dunia maya
menjadi suatu penyalur hasrat.
2)
Cyberspace menjadi
penyalur kejahatan, sadisme, kedangkalan bahkan hasrat seks.
3)
Cyberporn, menjadi
persoalan masa depan karena cyberspace yang tanpa identitas.
4) Cyberspace menjadi ajang kebrutalan semiotic.
BAB V
PERILAKU KOLEKTIF & PENGELOMPOKAN MANUSIA
Perilaku kolektif merupakan
perilaku menyimpang namun berbeda dengan perilaku menyimpang karena perilaku
kolektif merupakan tindakan bersama oleh sejumlah besar orang, bukan tindakan
individu semata-mata. Bila seseorang melakukan pencurian di suatu toko, maka
hal ini termasuk suatu perilaku menyimpang, namun bila sejumlah besar orang
secara bersama-sama menyerbu toko-toko, maka hal ini termasuk suatu perilaku
kolektif. Perilaku kolektif meliputi perilaku kerumunan (crowd) dan gerakan
sosial (civil society). Rangsangan yang memicu terjadinya perilaku kolektif
bisa bersifat benda, peristiwa maupun ide.
CIRI-CIRI PELAKU KOLEKTIF
Adapun ciri-ciri perilaku
kolektif adalah sebagai berikut:
a)
Dilakukan bersama oleh
sejumlah orang.
b)
Tidak bersifat rutin /
hanya insidential.
c)
Dipacu oleh beberapa
rangsangan masalah.
Bentuk penyimpangan perilaku kolektif :
a) Tindak kenakalan
b) Tawuran atau perkelahian antar kelompok
c) Tindak kejahatan berkelompok atau komplotan
d) Penyimpangan budaya
Macam-macam perilaku kolektif :
1. Kerumunan (crowd)
·
Casual crowd:
kerumunan yang tidak sengaja terjadi di pinggir jalan.
·
Conventional crowd:
audience yang sedang mendengarkan ceramah.
·
Expressive crowd:
kumpulan orang yang sedan menonton pertunjukan.
·
Acting crowd:
sekelompok massa yang sedang melakukan tidak kekerasan.
2. MOB adalah kerumunan yang emosional cenderung melakukan
kekerasan/penyimpangan dan tindakan destruktif. Umumnya mereka melawan tatanan
sosial yang ada secara langsung.
3. Panic adalah bentuk perilaku kolektif yang tindakannya
merupakan reaksi terhadap ancaman yang muncul di dalam kelompok tersebut.
Biasanya berhubungan dengan kejadian-kejadian bencana (disaster).
4. Opini Public: adalah sekolompok orang yang memiliki
pendapat beda mengenai suatu hal dalam masyarakat.
5. Propaganda adalah informasi atau pandangan yang sengaja
digunakan untuk menyampaikan atau membentuk opini public.
Menurut teori Le Bon perilaku kolektif dapan ditentukan oleh 6
faktor berikut ini :
1. Situasi social
2. Ketegangan structural, kesenjangan dan ketidakserasian
antar kelompok
3. Berkembang kepercayaan umum
4. Factor yang mendahului
5. Mobilisasi tindakan.
Teori perilaku kolektif dapat dijelaskan dari berbagai sudut teori
antara lain:
1. Teori penyebaran.
2. Teori interaksionis
3. Teori emergent-norm
4. Teori value-added
Gerakan sosial adalah gerakan yang
lahir dari kondisi masyarakat yang menggambarkan ketidakadilan dan adanya sikap
semena-mena maupun sikap yang tidak semestinya terhadap rakyat, sebagai reaksi
yang bertujuan menginginkan perubahan kebijakan karena dinilai adanya
ketidakadilan.
Gerakan sosial di masyarakat dapat
dijumpai dalam 4 bentuk, antara lain :
1. Alternative movement
2. Redemptive movement
3. Revormative movement
4. Transformative
Kelompok sosial adalah himpunan
atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan di antara
mereka secara timbal balik dan saling memengaruhi.
1. Partisipasi Aktif dalam kelompok
Hal ini dibutuhkan karena
partisipasi dari anggota kelompok menunjukkan bahwa ada visi bersama yang
diyakini tiap anggotanya. Kesamaan yang dimiliki oleh anggota, seperti misalnya
kesamaan tujuan para anggota OSIS yang memengaruhi pola pikir dan pola tindak
para anggotanya.
2. Memiliki Struktur Organisasi
Mulai dari ketua, sekretaris,
hingga penanggung jawab masing-masing bidang. Pembagian kerja menjadi salah
satu unsur penting dalam
3. Memiliki Kegiatan yang Dilakukan
Bersama-sama
Hal ini merupakan penanda bahwa
sebuah kelompok sosial mewujudkan tujuan maupun visinya bersama-sama.
4. Telah Terbentuk Selama Suatu
Jangka Waktu Tertentu
Sebuah kelompok sosial tidak
mungkin terbentuk dalam waktu singkat, perlu kurun waktu tertentu untuk dapat
dikatakan sebagai kelompok sosial.
5. Ikatan yang Erat Antaranggota
Kelompok Sosial
Hal ini ditandai dengan adanya
partisipasi aktif dan kegiatan yang dilakukan bersama seperti yang telah
dijelaskan sebelumnya.
6. Memiliki Peraturan dan Norma
Peraturan dan norma dijadikan pedoman bagi para anggota kelompok sosial dalam bersikap maupun bertindak.
BAB VI
SISTEM KOMUNIKASI
KOTA DAN DESA
Sistem komunikasi dapat didefinisikan sebagai:
“Sekelompok orang, pedoman, dan media yang melakukan suatu kegiatan mengolah,
menyimpan, menuangkan ide, gagasan, simbol, dan lambang, menjadi pesan dalam
membuat keputusan untuk mencapai suatu kesepakatan dan saling pengertian satu
sama lain dengan mengolah pesan itu menjadi sumber informasi”.
Jika definisi itu dijadikan alat untuk mengamati
dunia surat kabar, misalnya, bisa diartikan sebagai: “Sekumpulan orang, alat, mesin,
fasilitas, yang bekerja mengolah suatu berita/informasi lain dengan mengolahnya
menjadi lembaran-lembaran tulisan guna memproduksi informasi yang telah
direncanakan atau ditetapkan pada saat para langganan memerlukannya”.
A.
System komunikasi masyarakat kota
Masyarakat perkotaan merupakan
masyarakat yang hidup di perkotaan yakni daerah yang sudah berkembang dan lebih
modern di banding daerah pedesaan. Suatu daerah pastilah memiliki pengaruh bagi
masyarakatnya misalnya perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab
kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar, sehingga
masyarakat akan terpengaruh oleh kebudayaan-kebudayaan dari luar yang cenderung
memberikan dampak negatif. Alurkehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan
pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti
sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan setiap individu,
mengakibatkan lebih disiplinnya masyarakat di perkotaan, dan orang perkotaan
cenderung lebih bisa mengurus dirinya sendiri atau lebih individualisme. Dalam
aspek pengetahuan teknologi dan komunikasi, orang perkotaan cenderung lebih
baik ketimbang pedesaan karena di perkotaan teknologi dan komunikasi cenderung
berkembang ketimbang di pedesaan. Namun ada juga sisi negatif masyarakat di
perkotaan yakni kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala masyarakat
perkotaan tidak terlalu memikirkan masalah keagamaannya karena memang kehidupan
yang cenderung kearah keduniaan saja, dan lebih mengejar ambisi-ambisi dunia
saja. Adalagi yang berbeda dalam masyarakat perkotaan yakni kehidupan gotong
royong, gotong royong di dalam masyarakat perkotaan cenderung kurang karena
masyarakat perkotaan lebih individualis.
Dengan perkembangan ilmu dan
teknologi kontak sosial dewasa ini tidak hanya diartikan dengan hubungan fisik.
Teknologi komunikasi dan informasi telah dapat mengubah bentuk kontak tidak
hanya badaniah, tidak hanya diartikan sebagai pertemuan dua orang yang kemudian
berkomunikasi akan tetapi lebih luas menyangkut peran teknologi. Akibatnya
terjadi beberapa perubahan dalam masyarakat. Perubahan-perubahan masyarakat
dapat mengenai norma, nilai, pola-pola perilaku masyarakat, organisasi, susunan
dan stratifikasi kemasyarakatan sebagai akibat dari dinamika masyarakat yang
ditimbulkan dari kemajuan teknologi dan informasi. Hal tersebut sangat terlihat
pada sistem komunikasi pada masyarakat perkotaan.
Penduduk kota sangat bervariasi atau heterogen baik dari segi etnis, lapangan
pekerjaan, tingkat pendidikan, serta latar belakang agama maupun kebudayaan yg
dianutnya. Hubungan sosialnya sangat kompleks, misal dari segi pekerjaan, warga
kota sangat beraneka, mereka dapat berhubungan dengan banyak sekali orang
disekitarnya dalam berbagai jenis pekerjaan yang dilakukan.
Contoh, warga kota yang bekerja
sebagai pramuniaga di sebuah toko swalayan, ia akan berhubungan dengan berbagai
jenis tipe manusia yang berbeda pekerjaan dan bahasa mereka, kesibukan
masing-masing warga kota dalam tempo waktu yang cukup tinggi dapat mengurangi
perhatian mereka kepada sesamanya, termasuk anggota keluarganya sendiri.
Sehingga hal itu dapat memicu sifat acuh atau berkurangnya rasa solidaritas
sosial kelompok. Kepadatan penduduk kota yang begitu tinggi mengakibatkan warga
kota dekat secara fisik tapi jauh dari segi sosial-psikologis, seolah-olah
terjadi jarak sosial yang cukup dalam. Terjadi perbedaan yang seringkali sangat
jauh tentang penilaian sosial karena adanya perbedaan status, kepentingan dan
situasi serta kondisi kehidupan kota yang mungkin berbeda satu sama lain.
Akibat dari beberapa faktor diatas,
masyarakat perkotaan cenderung memiliki sistem komunikasi yang tertutup
dibandingkan dengan masyarakat pedesaan. Mereka lebih memilih untuk menggunakan
gadget untuk berkomunikasi dengan orang lain ketimbang bertemu langsung,
meskipun jaraknya cukup dekat. Rasa individualisme yang tinggi menyebabkan
komunikasi yang terjalin tidak seerat seperti masyarakat pedesaan. Di pedesaan,
meskipun jarak antar rumah masih terbilang sangat jauh, namun setiap orang
dapat mengenal dan berkomunikasi dengan baik. Berbeda dengan masyarakat
perkotaan, meskipun memiliki jarak yang cukup berdekatan antar rumah satu
dengan yang lainnya karena kepadatan penduduknya, namun mereka tidak terlalu
mengenal atau jarang berkomunikasi atau bahkan tidak saling kenal dengan
tetangga yang berdekatan dengan rumah.
Dalam keluarga, komunikasi yang
terjalin juga mungkin tidak seintens atau sesering masyarakat pedesaan. Adanya
orang tua yang bekerja menimbulkan kurangnya aktivitas bersama keluarga
sehingga mengurangi rasa saling menyayangi dan solidaritas dalam keluarga itu
sendiri. Selain itu adanya pengaruh media massa juga mempengaruhi dalam
kaitannya mengubah perilaku dan sikap anak-anak, sebagian anak-anak lebih suka
untuk melawan orang tua, tidak patuh dan tidak hormat, memiliki pergaulan yang
bebas bahkan cenderung kebablasan, banyaknya perilaku kriminal yang ditimbulkan
akibat kurangnya didikan orang tua yang sibuk bekerja dan lain sebagainya.
Adanya teknologi yang berkembang
pesat juga menyebabkan sikap acuh tak acuh timbul pada masyarakat perkotaan,
kepedulian terhadap sesama bukanlah suatu hal yang dikatakan penting seperti
yang terjadi pada masyarakat pedesaan. Masyarakat perkotaan lebih memilih untuk
memperhatikan kebutuhannya dibandingkan kebutuhan orang lain yang ada
disekitarnya. Keberadaan alat teknologi atau gadget menjadi sesuatu yang
diagungkan di masyarakat perkotaan. Semuanya dilakukan dengan menggunakan
teknologi untuk mempermudah dalam menjalani aktivitas.
Karakteristik
sistem komunikasi masyarakat kota :
a)
Kehidupan keagamaan
berkurang dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Ini dikarenakan
masyarakat kota lebih disibukkan dengan urusan duniawi.
b)
Orang kota pada
umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung dengan orang lain (
individualisme ).
c)
Pembagian kerja
diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan memunyai batas-batas nyata.
d)
Kemungkinan untuk
mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
e)
Jalan pikiran rasional
yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan menyebabkan interaksi yang
terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
f)
Jalan kehidupan yang
cepat di kota-kota mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota
sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting untuk dapat mengejar
kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
g)
Perubahan-perubahan
sosial tampak dengan nyata di kota-kota sebab kota-kota biasanya terbuka dalam
menerima pengaruh dari luar.
Dalam masyarakat perkotaan, misalnya kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan lain sebagainya, sistem nilai yang cenderung dianut adalah adanya sikap individualistis- elu elu gue gue, urusan lu bukan urusan gue- dan semacamnya, yang mengantarkan masyarakat perkotaan pada keadaan yang ”sunyi”. Tidak butuh orang lain. Cenderung sendiri. Yang disebut keteraturan hidup adalah bila telah memiliki rumah sebagai tempat tinggal untuk diri dan keluarga, rutinitas kerja setiap hari, liburan di penghujung minggu, menerima uang pensiun di hari tua dan tidak mengganggu kehidupan orang lain. Keselarasan hidup adalah bila dirinya dan keluarga telah memiliki “tempat” di muka bumi ini. Lalu, bagaimana dengan kehidupan sosial? Masyarakat yang menghuni kota-kota besar tersebut adalah masyarakat yang multi kultural dengan kepentingan yang money oriented, sehingga kehidupan sosial akan dijalankan sepanjang memiliki kontribusi berupa reward untuk kelangsungan hidupnya. Individualis yang demikian kental di kalangan masyarakat perkotaan mendorong mereka untuk acuh kepada sesamanya.
B.
System komunikasi masyarakat desa
Desa adalah sebuah karakteristik
yang mempunyai ciri khas tersendiri. Ciri khas khusus yang berhubungan dengan
komunikasi adalah komunikasi lebih banyak dilakukan dengan komunikasi
antarpersonal. Ini diakibatkan, masyarakat desa belum percaya sepenuhnya terhadap
media massa atau juga sejalan dengan tingkat pendidikannya. Oleh karena itu,
informasi dari orang lain yang bisa dipercaya lebih menemukan hasil, misalnya
melalui pemimpin opini.
Di desa, komunikasi antarpersonal
biasa disebut dengan gethok tular. Artinya, komunikasi dilakukan dengan lisan
tentang suatu pesan dari suatu orang ke orang lain. Misalnya, jika di desa akan
dilaksanakan kerja bakti atau gotong royong maka informasi itu akan cepat
tersebar luas melalui satu orang ke orang lain, begitu seterusnya. Tak
terkecuali ketika berbicara tentang hal baru yang belum diketahui masyarakat
desa, misalnya usaha memasyarakatkan Keluarga Berencana (KB) dengan kondom pada
tahun 1972.
Namun sejalan dengan tingkat
perkembangan pengetahuan dan pendidikan penduduk yang sudah mulai maju, pola
komunikasi semacam ini lambat laun akan ditinggalkan masyarakat. Pada saat ini
ada tiga media yang sangat berpotensi dalam menyebarkan informasi ke masyarakat
di pedesaan, yakni Koran Masuk Desa (KMD), Media Rakyat (MR), dan Media
Tradisional (MT).
a)
Koran masuk desa (KMD)
Program KMD di Indonesia mulai
dilaksanakan pada bulan Februari 1980 berdasarkan SK Menpen
No.11/A/Kep/Menpen/1980 tanggal 29 Januari 1980. Penetapan sebuah KMD dilakukan
atas saran gubernur/kepala daerah yang berkonsultasi dengan Serikat Pekerja
Surat Kabar (SPS) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hasilnya kemudian
adalah kesepakatan antara proyek pembinaan dari Deppen dengan perusahaan/
penerbit pers yang bersangkutan. Ini dilakukan mengingat KMD sangat penting
untuk mensosialisasikan pesan-pesan pembangunan pada masyarakat.
Sebagai koran yang berbeda dengan
koran pada umumnya, tentunya dari segi liputan reportase juga berbeda karena
perbedaan target, tujuan, misi, dan sasarannya. Misalnya, lingkup daerah yang
hanya meliputi desa (dari desa ke desa agar masyarakat desa merasa memiliki).
Kalaupun ada reportase di kota prosentasenya kecil, mungkin hal-hal yang
berhubungan dengan pembaharuan agar ditiru oleh masyarakat desa. Namun
demikian, hal ini harus dilakukan dengan hati-hati. Sebab KMD adalah koran kota
yang beredar di pedesaan, sehingga perlu dihindari munculnya sinyal bahwa koran
itu adalah koran kota bukan koran masuk desa.
b)
Media tradisional (MT)
Namanya saja media tradisional,
sehingga tidak sama dengan media massa. Kalau media massa adalah media dengan
mengunakan alat teknologi komunikasi modern, sedangkan media tradisional adalah
alat komunikasi yang sudah lama digunakan si suatu tempat (desa) sebelum
kebudayaannya tesentuh oleh teknologi modern dan sampai sekarang masih
digunakan di daerah itu. Adapun isinya masih berupa lisan, gerak isyarat atau
alat pengingat dan alat bunyi-bunyian. (James Danandjaja, 1987)
Membicarakan media tradisional
tidak bisa dipisahkan dari seni tradisional, yakni suatu bentuk kesenian yang
digali dari cerita-cerita rakyat dengan memakai media tradisional. Media
komunikasi tradisional sering disebut sebagai bentuk folklor. Bentuk-bentuk
folklor tersebut antara lain :
·
Cerita prosa rakyat
·
Ungkapan rakyat
·
Puisi rakyat
·
Nyanyian rakyat
·
Teater rakyat
·
Gerak isyarat
·
Alat pengingat
·
Alat bunyi-bunyian
Beberapa kelebihan media tradisional dan seni tradisional
dibanding media lain adalah :
1)
Ia tumbuh dan
berkembang di masyarakat, sehingga dianggap sebagai atau cermin kehidupan
masyarakat desa. Di samping apa yang disuguhkan lebih mengena hati masyarakat,
melalui media tradisional juga bisa diselipkan pesan pembangunan, misalnya
dalam cerita teater rakyat, ketoprak atau wayang.
2)
Media rakyat harus
dinikmati dengan jenjang pengetahuan atau pendidikan tertentu (karena sifatnya
tertulis, maka masyarakat harus bisa membaca terlebih dahulu), sedangkan media
tradisional bisa dinikmati semua lapisan masyarakat.
3)
Seni tradisional lebih
menghibur sehingga lebih mudah mempengaruhi sikap masyarakat. Disamping itu,
seni tradisional tidak perlu dinikmati dengan mengerutkan dahi. Namun begitu,
seni atau media tradisional terbentur hambatan dalam pengembangannya. Pertama,
sejalan dengan tingkat perkembangan masyarakat yang kian maju dan modern, ia
akan terancam eksistensinya. Kita bisa ambil contoh banyak kalangan muda yang
enggan mamupuk dan mewarisi media atau seni tradisional tersebut. Kedua, peran
serta pemerintah sangat kecil, padahal seni tradisional menjadi salah satu
sumber devisa yang dapat diandalkan. Saat ini pentas Wayang Orang di Taman
Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari, Solo tidak ada lagi. Ketiga, media massa kurang
tertarik mengekspos atau memberitakan seni tradisional tersebut. Padahal
pemberitaan ini menjadi sarana efektif menjaga kelangsungannya.
Adapun medai tradisional yang dimaksud dalam hal ini salah satunya contohnya adalah trong-trong atau kentongan. Trong-trong ini hidup dalam masyarakat Pandeglang umumnya dan kecamatan Banjar khususnya. Fungsi trong-trong ini sebagai alat informasi bagi masyarakat terutama kaitannya dengan pemberitahuan kepada masyarakat jika ada kejadian darurat seperti pembunuhan, kebakaran, dan pencurian.
BAB VII
PERUBAHAN SOSIAL (SOCIAL CHANGE)
Perubahan sosial merupakan fenomena kehidupan
yang dialami oleh setiap masyarakat di manapun dan kapan pun. Setiap masyarakat
manusia selama hidupnya pasti mengalami perubahan-perubahan dalam berbagai
aspek kehidupannya, yang terjadi di tengah-tengah pergaulan (interaksi) antara
sesama individu warga masyarakat, demikian pula antara masyarakat dengan
lingkungan hidupnya. Kehidupan masyarakat menjadi makin rasional, karena
meluasnya pendidikan, serta meningkatnya orientasi komersil di kalangan warga
masyarakat. Hubungan emosional mulai melemah, digeser oleh hubungan rasional. Kepentingan
diri sendiri bersama dengan keluarga menjadi prioritas dalam kehidupan setiap
keluarga. Orang-orang pun sudah mulai saling kurang memperhatikan
kegiatan-kegiatan sehari-hari, dan akibatnya kontrol sosial langsung makin
lemah. Banyak masalah-masalah yang timbul di kalangan masyarakat tidak lagi
menjadi kepedulian umum di kalangan mereka.
Social change (Perubahan sosial)
sendiri merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya,
termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara
kelompok-kelompok dalam masyarakat. Setiap masyarakat manusia selama hidupnya
pasti mengalami perubahan-perubahan dalam berbagai aspek kehidupannya, yang
terjadi di tengah-tengah pergaulan (interaksi) antara sesama individu warga
masyarakat, demikian pula antara masyarakat dengan lingkungan hidupnya.
Pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya
adalah sebagai berikut :
1.
Kingsley
Davis: perubahan sosial
merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
2.
William
F. Ogburn: perubahan sosial
adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun
immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan
material terhadap unsur-unsur immaterial.
3.
Mac Iver: perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi
dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan
(equilibrium) hubungan sosial.
4.
Gillin
dan Gillin: perubahan
sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang
telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan
material, komposisi penduduk, ideologi, maupun
adanya difusi atau
penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
Ada empat jenis teori perubahan sosial, yaitu:
1.
Teori Evolusi
Teori ini beranggapan bahwa
perubahan sosial terjadi akibat perubahan cara pengorganisasian masyarakat,
sistem kerja, perkembangan sosial, dan sistem kerja. Di dalam teori ini
perubahan sosial dibedakan menjadi menjadi dua jenis, yaitu revolusi dan
evolusi. Revolusi merupakan perubahan sosial yang terjadi secara cepat,
misalnya revolusi politik. Sedangkan evolusi merupakan perubahan sosial yang
terjadi secara lambat, misalnya peralihan penggunaan bahan bakar minyak menuju
bahan bakar gas.
2.
Teori konflik
Teori ini beranggapan bahwa
masyarakat hidup dalam dualisme kelas yang terbagi atas kelas borjuis dan kelas
proletar. Adanya dualisme kelas tersebut akhirnya menjadi pemicu terjadinya
konflik sosial dalam wujud revolusi sosial yang berdampak pada
perubahan-perubahan sosial. Contohnya Revolusi Perancis yang terjadi pada abad
ke-18.
3.
Teori siklus
Dilansir dari buku Pengantar
Ringkas Sosiologi (2020) karya Elly M. Setiadi, teori ini menggambarkan bahwa
perubahan sosial bagaikan roda yang sedang berputar. Maksudnya adalah
perputaran zaman merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakan oleh siapapun dan tidak
dapat dikendalikan oleh siapapun. Menurut teori ini, kebangkitan dan kemunduran
peradaban sebuah bangsa mempunyai hubungan korelasional antara satu dengan
lainnya, yaitu tantangan dan tanggapan. Misalnya, apabila kehidupan masyarakat
mampu merespon tantangan kehidupan dan mampu menyesuaikan diri, maka masyarakat
tersebut akan mengalami perkembangan dan kemajuan. Sebaliknya, apabila
masyarakat tersebut tidak mampu merespon dan menyesuaikan diri terhadap
tantangan, maka masyarakat tersebut akan mengalami kemunduran, bahkan
kehancuran.
4.
Teori fungsionalis
Teori ini beranggapan bahwa
perubahan sosial diakibatkan adanya ketidakpuasan masyarakat karena kondisi
sosial yang berlaku pada masa tertentu memengaruhi pribadi mereka. Menurut
teori ini, setiap perubaham tidak selalu membawa perubahan pada semua unsur
sosial. Ada beberapa unsur sosial yang tidak ikut berubah. Unsur yang tidak
berubah itu tersebut akan mengalami ketertinggalan yang berakibat pada
kesenjangan-kebudayaan.
Bentuk-bentuk perubahan sosial juga dibagi beberapa jenis, yaitu :
1.
Perubahan Sosial secara Lambat
Perubahan evolusi terjadi dalam
waktu yang lama secara perlahan dan bertahap dan melalui proses
evolusi. Perubahan seperti itu tidak terlalu drastis atau luar
biasa. Mereka berjalan secara bertahap seperti proses pengkondisian dan
orang-orang belajar menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut secara
bertahap.
2.
Perubahan Sosial secara Cepat
Bentuk-bentuk perubahan sosial yang kedua yaitu perubahan sosial secara cepat. Perubahan sosial ini merupakan kebalikan dari perubahan evolusioner. Ketika perubahan di berbagai sektor sistem sosial kita terjadi secara tiba-tiba, drastis, dan cukup untuk membedakannya dari perubahan bertahap dan lambat, itu disebut perubahan sosial revolusioner.
3.
Perubahan Sosial Kecil
Perubahan sosial kecil merupakan
perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa
pengaruh langsung / berarti bagi masyarakat karena tidak berpengaruh terhadap
berbagai aspek kehidupan dan lembaga kemasyarakatan.
4.
Perubahan Sosial Besar
Perubahan sosial besar merupakan
perubahan yang dapat membawa pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan
serta menimbulkan perubahan pada lembaga kemasyarakatan seperti yang terjadi
pada masyarakat yang mengalami proses modernisasi - industrialisasi.
5.
Perubahan Sosial yang Direncanakan (Dikehendaki)
Bentuk-bentuk perubahan sosial
berikutnya yaitu perubahan sosial yang direncanakan. Perubahan sosial yang
direncanakan adalah perubahan yang diperkirakan atau direncanakan terlebih
dahulu oleh pihak-pihak yang akan mengadakan perubahan di dalam masyarakat.
Pihak-pihak yang menghendaki
perubahan dinamakan Agent of change ( agen perubahan), yaitu
seseorang atau sekelompok orang yang telah mendapat kepercayaan masyarakat
sebagai pemimpin dari satu atau lebih lembaga - lembaga kemasyarakatan, serta
memimpin masyarakat dalam mengubah sistem sosial.
6.
Perubahan Sosial yang Tidak Direncanakan (Tidak Dikehendaki)
Bentuk-bentuk perubahan sosial yang terakhir yaitu perubahan sosial yang tidak direncanakan. Perubahan sosial yang tidak direncanakan ( tidak dikehendaki) merupakan perubahan yang berlangsung tanpa direncanakan / dikehendaki oleh masyarakat dan di luar jangkauan pengawasan masyarakat.
Faktor-faktor penyebab
perubahan sosial budaya bisa dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu internal
dan eksternal.
A.
Factor internal
1.
Perubahan Jumlah Penduduk (Populasi)
Bertambah atau berkurangnya penduduk
dalam suatu wilayah menyebabkan terjadinya perubahan sosial baik di daerah
tujuan maupun daerah yang ditinggalkan.
2.
Adanya Penemuan atau Inovasi Baru
Lahirnya penemuan dan inovasi baru
sangat mempengaruhi perubahan yang terjadi di masyarakat. Contohnya: penemuan
internet membuat masyarakat lebih mudah dalam mengakses informasi.
3.
Konflik Sosial
Konflik sosial di antara kelompok
masyarakat dapat mendorong terjadinya suatu perubahan sosial. Misalnya, konflik
yang terjadi antara warga lokal dengan warga luar daerah, ini menjadikan warga
lokal sulit untuk menerima kehadiran warga dari daerah lain di wilayahnya.
4.
Terjadinya Pemberontakan dan Revolusi dalam Masyarakat
Pemberontakan terjadi karena ketidakpuasan masyarakat terhadap sistem kekuasaan pemerintah. Hal ini dapat memicu munculnya gerakan revolusi yang akan membawa perubahan besar dalam masyarakat.
B.
Faktor eksternal
1.
Perubahan lingkungan alam
Perubahan lingkungan yang terjadi
akibat bencana alam banjir, gempa bumi, tsunami, puting beliung dan sebagainya.
Dalam kategori ini, termasuk perubahan lingkungan karena alam yang dirusak
manusia, menjadi salah satu faktor penyebab perubahan sosial.
2.
Peperangan
Peperangan yang dimenangkan oleh
pihak lawan dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial di wilayah yang
mengalami kekalahan. Kebijakan-kebijakan baru dari suatu pemerintah pemenang
perang yang diberlakukan dapat menjadi sebab perubahan ini terjadi.
3.
Pengaruh budaya masyarakat lain
Masuknya pengaruh budaya asing ke suatu daerah lewat proses pertukaran budaya maupun media massa dapat mempengaruhi budaya asli di wilayah tersebut.
BAB VIII
PERUBAHAN SOSIAL
BUDAYA (CULTURAL CHANGE)
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi
dikarenakan adanya ketidaksesuaian terhadap unsur-unsur budaya. Perubahan
kebudayaan biasanya terjadi karena adanya ketidakserasian terhadap fungsi yang
ada pada kehidupan. Seiring dengan berkembangnya zaman maka perubahan
kebudayaan akan terus terjadi, hal ini dikarenakan perubahan kebudayaan terjadi
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Perubahan kebudayaan merupakan cara baru dalam upaya
perbaikan terhadap bagaimana masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya. Perubahan
kebudayaan mencakup berbagai hal mulai dari kesenian, teknologi, ilmu
pengetahuan, bahkan sistem kemasyarakatan. Para ahli mengemukakan pendapat
mengenai pengertian perubahan kebudayaan. Berikut ini pengertian perubahaan
kebudayaan menurut para ahli.
1.
Samuel Koenig
Samuel Koenig mengemukakan pendapatnya bahwa perubahan
kebudayaan yaitu suatu cara untuk memodifikasi hal yang ada pada pola-pola
kehidupan manusia. Adapun terjadinya sebuah modifikasi disebabkan karena faktor
internal maupun eksternal.
2.
Selo Soemardjan
Selo Soemardjan mengemukakan pendapatnya bahwa perubahan
kebudayaan adalah semua perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan yang
dapat mempengaruhi suatu sistem sosial, baik itu sikap, nilai-nilai, maupun
pola perilaku seseorang yang ada diantara kelompok dalam masyarakat.
3.
John Lewin
Gillin dan John Philip Gillin
Menurut John Lewin Gillin dan John Phillip Gillin, perubahan
kebudayaan adalah cara hidup yang bervariasi yang terjadi karena disebabkan
oleh perubahan kondisi geografis termasuk ideologi , komposisi penduduk.
Ada
beberapa unsur-unsur mendasar kebudayaan yang dikenal dengan tujuh unsur
universal antara lain:
1.
Sistem
peralatan hidup dan teknologi
Dalam hal ini mencakup peralatan memasak, pakaian, senjata,
alat kebersihan, alat transportasi dan lain-lain. Contohnya, pada zaman nenek
moyang, kita terbiasa memasak makanan dengan cara dibaka, tetapi pada zaman
modern ini kita sudah bisa memanggang dengan menggunakan oven, atau menggoreng
dengan wajan.
2.
Bahasa
Pada zaman dahulu bahasa disampaikan hanya sebatas dari mulut
ke mulut. Namun, saat ini bahasa dapat disampaikan melewati tulisan seperti
Koran, media, jurnal ilmiah, dan masih banyak lagi.
3.
Sistem pengetahuan
Ini merupakan logika atau dasar dari pemikiran masyarakat
yang terus berkembang seiring berjalannya waktu.
4.
Sistem
kemasyarakatan
Seiring berjalannya waktu ilmu pengetahuan semakin maju.
Dulunya manusia hanya dapat menelitu yang tampak di mata tetapi sekarang
manusia bahkan dapat meneliti yang amat kecil seperti atom dan partikel.
5.
Sistem ekonomi
dan mata penceharian
Zaman dahulu sebagian besar mata penceharian dikuasai
laki-laki baik dalam segi pertanian, industry, maupun perkantoran, sedangkan para
wanita biasanya berada di rumah mengurus rumah tangga. Berbeda halnya dengan
saat ini, wanita dapat ikut mencari mata penceharian lain dan membantu
perekonomian keluarga.
6.
Sistem religi
Jika dahulu manusia hanya mempercayai keberadaan roh-roh
halus, kni tiak lagi. Saat ini manusia lebih sering menggunakan akal maupun
logikanya.
7.
Kesenian
Ini mencakup seni rupa, seni tari, dan seni suara. Dulu
masyarakat Jawa menganggap bahwa rumah yang gelap adalah rumah yang indah.
Namun, sekarang banyak orang Jawa yang punya rumah bernuansa terang atau
pastel.
Teknologi,
ideologi dan nilai-nilai menjadi sumber perubahan kebudayaan. Teknologi
menyebabkan perubahan kebudayaan dalam hubungan-hubungan antar individu,
khususnya ditandai dengan rasionalisasi dan personalisasi. Sedangkan ideologi
telah menyebabkan pergeseran pada tingkat konsumtivisme individu. Etos produksi
telah menyebabkan kompetisi menjadi lebih terbuka dan memunculkan pola komsumsi
yang lebih masif. Sedangkan nilai telah merubah relasi baik ke dalam ataupun ke
luar. Perubahan tersebut ditandai dengan berbagai kegiatan dan ritual untuk
berbagai keperluan yang dilembagakan dalam bentuk nilai.
Ada beberapa bentuk perubahan
sosial, yakni :
1.
Proses
perubahan
Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud),
pada dasar awalnya dari suatu perubahan adalah komunikasi dari seseorang atau
kelompok lainnya. Pada proses komunikasi terjadi penyampaian informasi tentang
gagasan, ide, keyakinan dan hasil budaya yang berupa fisik. Proses perubahan
budaya dapat terjadi secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok
kehidupan masyarakat. Perubahan yang cepat itu disebut revolusi. Pada perubahan
tersebut dapat direncana atau tanpa direncanakan, dijalankan dengan kekerasan
atau tanpa kekerasan. Perubahan sosial budaya bisa berlangsung secara lambat
dan memerlukan waktu lama. Biasanya perubahan tersebut merupakan rentetan
perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat.
2.
Wujud perubahan
sosial budaya
Dalam wujud perubahan sosial budaya tersebut bisa membawa kemajuan
dan kemunduran. Pada proses kemajuan berati perubahan yang dikehendaki dan
dapat menguntungkan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagi yang
menimbulkan kemunduran itu perubahan yang tidak dikehendaki dan bisa merugikan
kehidupan masyarakat.
3.
Pengaruh
kebudayaan
Dalam pengaruh kebudayaan dibagi dua hal, yakni:
a)
Pengaruh perubahan besar dalam kebudayaan
Perubahan besar merupakan suatu perubahan yang berpengaruh
terhadap masyarakat. Maka terjadi perubahan pada sistem sosial budaya,
terjadinya perubahan pola berpikir struktur masyarakat.
b)
Pengaruh perubahan kecil dalam kebudayaan
Perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada bagian
kecil dari satu unsur budaya. Di mana tidak membawa pengaruh langsung bagi
individu atau masyarakat.
Penerimaan perubahan kebudayaan,
ada beberapa hal dalam penerimaan perubahan kebudayaan, yakni:
1.
Penerimaan kebudayaan yang dikehendaki
Kebudayaan yang dikehendaki merupakan perubahan yang
diperlukan dan telah direncanakan oleh pihak-pihak yang mengadakan perubahan. Penerimaan
kebudayaan yang tidak dikehendaki Perubahan yang dikehendaki merupakan
perubahan yang terjadi tanpa sengaja atau tidak diinginkan oleh pihak-pihak
yang mendagakan perubahan.
2.
Perubahan yang direncanakan
Perubahan yang direncanakan adalah perubahan yang sebelumnya
telah diprogramkan oleh masyarakat atau pemerintah.
3.
Perubahan yang tidak direncanakan
Perubahan yang tidak direncanakan adalah perubahan yang tidak
dikehendaki dan berlangsung di luar perkiraaan atau jangkauan manusia. Biasanya
menimbulkan dampak atau akibat yang tidak dikendaki oleh manusia.
Terjadinya
perubahaan kebudayaan tentunya disebabkan karena ada faktor yang mendorong
terjadinya perubahan tersebut. Faktor yang mempengaruhi perubahan kebudayaan
meliputi faktor internal dan juga eksternal. Berikut ini penjelasan lengkap
mengenai faktor internal dan juga faktor eksternal terjadinya perubahan
kebudayaan.
Faktor internal terjadinya perubahan kebudayaan yaitu sebagai
berikut:
1.
Terjadinya perubahan demografis. Perubahan itu mencakup
perubahan ukuranm struktur, dan juga distribusi penduduk. Contoh dari perubahan
demografis yaitu kelahiran, kematian, dan juga migrasi.
2.
Adanya penemuan baru baik itu ide ataupun alat, atau
dapat juga menyempurnakan penemuan baru tersebut dan memperbaharui ataupun
mengganti yang ada.
3.
Adanya konflik sosial di dalam masyarakat. Dengan
adanya konflik sosial maka dapat merubah suatu kepribadian orang yang ada pada
bagian masyarakat tersebut. Contohnya seseorang yang tiba-tiba menjadi pendiam,
tidak mau bersosialisasi dengan orang lain.
4.
Adanya pemberontakan menjadi salah satu faktor penyebab
terjadinya perubahan kebudayaan pada struktur pemerintahan.
Faktor eksternal terjadinya
perubahan kebudayaan yaitu sebagai berikut:
1.
Terjadinya peperangan merupakan faktor eksternal
terjadinya perubahan kebudayaan. Dengan adanya peperangan maka akan terjadi
perubahaan unsur-unsur budaya pada suatu negara baik dalam unsur ekonomi,
sistem pengetahuan, teknologi, bahasa, kesenian ataupun sistem
kemasyarakatan.
2.
Faktor eskternal kedua yang menyebabkan terjadinya
perubahan kebudayaan yaitu adanya pengaruh budaya lain. Adanya pengaruh budaya
lain biasanya lebih mudah terjadi pada masyarakat yang terbuka, karena
masyarakat terbuka dapat lebih mudah menerima adanya unsur budaya lain. Contoh
dari adanya pengaruh budaya lain yaitu adanya hubungan antara dua bangsa yang
dapat saling mempengaruhi seperti terjadinya akulturasi, difusi (penyebaran
kebudayaan). dan juga proses bertemunya antar budaya yang menghasilkan suatu
budaya baru akan tetapi tidak melihat budaya lama (Asimilasi).
3. Terjadinya perubahan alam dapat mempengaruhi juga
perubahan kebudayaan. Maksud dari perubahan alam yaitu perubahan lingkungan
fisik yang disebabkan karena bencana alam misalkan gempa bumi, tsunami, banjir,
longsor, dll. Dengan terjadinya suatu bencana alam maka akna terjadi banyak
perubahan pada kehidupan seperti perpindahan tempat tinggal maka mau tidak mau
mereka harus saling menyesuaikan hal tersebut memicu terjadinya perubahan
kebudayaan.
Berikut
faktor-faktor penghambat sosial
budaya :
1.
Alasan ideologi dan agama.
2.
Sikap tertutup terhadap perubahan.
3.
Tingkat pendidikan yang rendah pada masyarakat.
4.
Struktur sosial.
5.
Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
6.
Sikap masyarakat yang sangat tradisional.
Adanya
perubahan sosial budaya juga memiliki dampak bagi masyarakat. Berikut dampak
perubahan sosial budaya:
1.
Dekadensi moral
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dekandesi adalah
kemerosotan (tentang akhlak), kemunduran (tentang seni, sastra). Dekandesi
moral adalah merosotnya moral seseorang yang ditunjukkan dari perilaku yang
bertentangan dengan nilai dan norma di masyarakat. Biasanya perilaku tersebut
merugikan dirinya dan orang lain.
2.
Kriminalitas
Perubahan sosial budaya bisa berdampak pada kriminalitas.
Kriminalitas adalah suatu kondisi dan proses sosial yang menghasilkan perilaku
lain. Kriminalitas merupakan tindakan yang melanggar norma hukum.
3.
Aksi protes
atau demonstrasi
Demontrasi adalah pernyataan protes yang dikemukakan secara
massal.
4.
Konsumerisme
Konsumerisme merupakan pandangan yang diikuti dengan tindakan atau perbuatan penggunaan barang secara berlebihan.
DAFTAR PUSTAKA
https://ariviana1007.wordpress.com/kumpulan-makalah/sistem-komunikasi-desa-dan-kota/
Mahyuddin, Mahyuddin. 2019. Sosiologi
Komunikasi:(Dinamika Relasi Sosial Di Dalam Era Virtualitas). Makassar:
Penerbit Shofia.
Susilo, Dra. Indriati. Sosiologi
Komunikasi. P.46
( YTIyYjM0NjkyODE0ODJlZTI4ZDllMWI3NTM1MjgzOGRiMjM2NzRiZA==.pdf )
Khatimah, Husnul. “Posisi Dan Peran Media
Dalam Kehidupan Masyarakat.” Tasamuh 16, no. 1 (2018):
119–138.
Kustiawan, Winda. “Perkembangan Teori
Komunikasi Kontemporer” (n.d.): 15–32.
https://www.zenius.net/prologmateri/sosiologi/a/652/syaratdancirikelompoksosial
https://prezi.com/c5d8bnd4yl2k/sistem-komunikasi-pedesaan-dan-komunikasi-perkotaan/?fallback=1
https://tirto.id/apa-saja-faktor-penyebab-perubahan-sosial-internal-dan-eksternal-gbvj
https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/pengertian-perubahan-kebudayaan-8736/
https://tirto.id/dampak-perubahan-budaya-terhadap-kehidupan-masyarakat-gefY

Comments
Post a Comment