Perubahan Sosial atau Social Change
Perubahan sosial merupakan fenomena kehidupan yang dialami oleh setiap masyarakat di manapun dan kapan pun. Setiap masyarakat manusia selama hidupnya pasti mengalami perubahan-perubahan dalam berbagai aspek kehidupannya, yang terjadi di tengah-tengah pergaulan (interaksi) antara sesama individu warga masyarakat, demikian pula antara masyarakat dengan lingkungan hidupnya. Kehidupan masyarakat menjadi makin rasional, karena meluasnya pendidikan, serta meningkatnya orientasi komersil di kalangan warga masyarakat. Hubungan emosional mulai melemah, digeser oleh hubungan rasional. Kepentingan diri sendiri bersama dengan keluarga menjadi prioritas dalam kehidupan setiap keluarga. Orang-orang pun sudah mulai saling kurang memperhatikan kegiatan-kegiatan sehari-hari, dan akibatnya kontrol sosial langsung makin lemah. Banyak masalah-masalah yang timbul di kalangan masyarakat tidak lagi menjadi kepedulian umum di kalangan mereka
Social change (Perubahan sosial)
sendiri merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya,
termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok
dalam masyarakat. Setiap masyarakat manusia selama hidupnya pasti mengalami
perubahan-perubahan dalam berbagai aspek kehidupannya, yang terjadi di
tengah-tengah pergaulan (interaksi) antara sesama individu warga masyarakat,
demikian pula antara masyarakat dengan lingkungan hidupnya.
Pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli
diantaranya adalah sebagai berikut :
- Kingsley Davis:
perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur
dan fungsi masyarakat
- William F. Ogburn:
perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan
baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari
unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.
- Mac Iver:
perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan
sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan
(equilibrium) hubungan sosial.
- Gillin dan Gillin:
perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari
cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material,
komposisi penduduk, ideologi,
maupun adanya difusi atau
penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
Ada empat jenis teori perubahan sosial,
yaitu:
1.
Teori
Evolusi
Teori ini beranggapan bahwa perubahan
sosial terjadi akibat perubahan cara pengorganisasian masyarakat, sistem kerja,
perkembangan sosial, dan sistem kerja. Di dalam teori ini perubahan sosial dibedakan
menjadi menjadi dua jenis, yaitu revolusi dan evolusi. Revolusi merupakan
perubahan sosial yang terjadi secara cepat, misalnya revolusi politik.
Sedangkan evolusi merupakan perubahan sosial yang terjadi secara lambat,
misalnya peralihan penggunaan bahan bakar minyak menuju bahan bakar gas.
2.
Teori
konflik
Teori ini beranggapan bahwa masyarakat
hidup dalam dualisme kelas yang terbagi atas kelas borjuis dan kelas proletar. Adanya
dualisme kelas tersebut akhirnya menjadi pemicu terjadinya konflik sosial dalam
wujud revolusi sosial yang berdampak pada perubahan-perubahan sosial. Contohnya
Revolusi Perancis yang terjadi pada abad ke-18.
3.
Teori
siklus
Dilansir dari buku Pengantar Ringkas
Sosiologi (2020) karya Elly M. Setiadi, teori ini menggambarkan bahwa perubahan
sosial bagaikan roda yang sedang berputar. Maksudnya adalah perputaran zaman
merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakan oleh siapapun dan tidak dapat
dikendalikan oleh siapapun. Menurut teori ini, kebangkitan dan kemunduran
peradaban sebuah bangsa mempunyai hubungan korelasional antara satu dengan
lainnya, yaitu tantangan dan tanggapan. Misalnya, apabila kehidupan masyarakat
mampu merespon tantangan kehidupan dan mampu menyesuaikan diri, maka masyarakat
tersebut akan mengalami perkembangan dan kemajuan. Sebaliknya, apabila
masyarakat tersebut tidak mampu merespon dan menyesuaikan diri terhadap
tantangan, maka masyarakat tersebut akan mengalami kemunduran, bahkan
kehancuran.
4.
Teori
fungsionalis
Teori ini beranggapan bahwa perubahan
sosial diakibatkan adanya ketidakpuasan masyarakat karena kondisi sosial yang
berlaku pada masa tertentu memengaruhi pribadi mereka. Menurut teori ini,
setiap perubaham tidak selalu membawa perubahan pada semua unsur sosial. Ada beberapa
unsur sosial yang tidak ikut berubah. Unsur yang tidak berubah itu tersebut
akan mengalami ketertinggalan yang berakibat pada kesenjangan-kebudayaan.
Bentuk-bentuk perubahan sosial juga dibagi
beberapa jenis, yaitu :
1. Perubahan
Sosial secara Lambat
Perubahan evolusi terjadi dalam waktu yang
lama secara perlahan dan bertahap dan melalui proses evolusi. Perubahan
seperti itu tidak terlalu drastis atau luar biasa. Mereka berjalan secara
bertahap seperti proses pengkondisian dan orang-orang belajar menyesuaikan diri
dengan perubahan tersebut secara bertahap.
2.
Perubahan
Sosial secara Cepat
Bentuk-bentuk perubahan sosial yang kedua
yaitu perubahan sosial secara cepat. Perubahan sosial ini merupakan kebalikan
dari perubahan evolusioner. Ketika perubahan di berbagai sektor sistem sosial
kita terjadi secara tiba-tiba, drastis, dan cukup untuk membedakannya dari
perubahan bertahap dan lambat, itu disebut perubahan sosial revolusioner.
3.
Perubahan
Sosial Kecil
Perubahan sosial kecil merupakan perubahan
yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh
langsung / berarti bagi masyarakat karena tidak berpengaruh terhadap berbagai aspek
kehidupan dan lembaga kemasyarakatan.
4.
Perubahan
Sosial Besar
Perubahan sosial besar merupakan perubahan
yang dapat membawa pengaruh besar dalam berbagai aspek kehidupan serta
menimbulkan perubahan pada lembaga kemasyarakatan seperti yang terjadi pada
masyarakat yang mengalami proses modernisasi - industrialisasi.
5.
Perubahan
Sosial yang Direncanakan (Dikehendaki)
Bentuk-bentuk perubahan sosial berikutnya
yaitu perubahan sosial yang direncanakan. Perubahan sosial yang direncanakan
adalah perubahan yang diperkirakan atau direncanakan terlebih dahulu oleh
pihak-pihak yang akan mengadakan perubahan di dalam masyarakat.
Pihak-pihak yang menghendaki perubahan
dinamakan Agent of change ( agen
perubahan), yaitu seseorang atau sekelompok orang yang telah mendapat
kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin dari satu atau lebih lembaga - lembaga
kemasyarakatan, serta memimpin masyarakat dalam mengubah sistem sosial.
6.
Perubahan
Sosial yang Tidak Direncanakan (Tidak Dikehendaki)
Bentuk-bentuk perubahan sosial yang
terakhir yaitu perubahan sosial yang tidak direncanakan. Perubahan sosial yang
tidak direncanakan ( tidak dikehendaki) merupakan perubahan yang berlangsung
tanpa direncanakan / dikehendaki oleh masyarakat dan di luar jangkauan
pengawasan masyarakat.
faktor-faktor penyebab perubahan sosial
budaya bisa dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu internal dan eksternal.
A.
Factor
internal
1.
Perubahan
Jumlah Penduduk (Populasi)
Bertambah
atau berkurangnya penduduk dalam suatu wilayah menyebabkan terjadinya perubahan
sosial baik di daerah tujuan maupun daerah yang ditinggalkan.
2.
Adanya
Penemuan atau Inovasi Baru
Lahirnya
penemuan dan inovasi baru sangat mempengaruhi perubahan yang terjadi di
masyarakat. Contohnya: penemuan internet membuat masyarakat lebih mudah dalam
mengakses informasi.
3.
Konflik
Sosial
Konflik
sosial di antara kelompok masyarakat dapat mendorong terjadinya suatu perubahan
sosial. Misalnya, konflik yang terjadi antara warga lokal dengan warga luar
daerah, ini menjadikan warga lokal sulit untuk menerima kehadiran warga dari
daerah lain di wilayahnya.
4.
Terjadinya
Pemberontakan dan Revolusi dalam Masyarakat
Pemberontakan
terjadi karena ketidakpuasan masyarakat terhadap sistem kekuasaan pemerintah.
Hal ini dapat memicu munculnya gerakan revolusi yang akan membawa perubahan
besar dalam masyarakat.
B.
Factor
eksternal
1.
Perubahan
lingkungan alam
Perubahan
lingkungan yang terjadi akibat bencana alam banjir, gempa bumi, tsunami, puting
beliung dan sebagainya. Dalam kategori ini, termasuk perubahan lingkungan
karena alam yang dirusak manusia, menjadi salah satu faktor penyebab perubahan
sosial.
2.
Peperangan
Peperangan
yang dimenangkan oleh pihak lawan dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial
di wilayah yang mengalami kekalahan. Kebijakan-kebijakan baru dari suatu
pemerintah pemenang perang yang diberlakukan dapat menjadi sebab perubahan ini
terjadi.
3.
Pengaruh
budaya masyarakat lain
Masuknya
pengaruh budaya asing ke suatu daerah lewat proses pertukaran budaya maupun
media massa dapat mempengaruhi budaya asli di wilayah tersebut.
Referensi :
1. https://tirto.id/apa-saja-faktor-penyebab-perubahan-sosial-internal-dan-eksternal-gbvj
2. https://www.merdeka.com/sumut/bentuk-bentuk-perubahan-sosial-beserta-pengertian-dan-contohnya-kln.html?page=3
3. https://www.kompasiana.com/fitrikusumadewi_historian/550ed8d18133114d31bc60de/social-change#:~:text=Social%20change%20(Perubahan%20sosial)%20merupakan,antara%20kelompok%2Dkelompok%20dalam%20masyarakat.
Comments
Post a Comment