PERILAKU KOLEKTIF & PENGELOMPOKAN MANUSIA

A.    Perilaku kolektif

            Perilaku kolektif merupakan perilaku menyimpang namun berbeda dengan perilaku menyimpang karena perilaku kolektif merupakan tindakan bersama oleh sejumlah besar orang, bukan tindakan individu semata-mata. Bila seseorang melakukan pencurian di suatu toko, maka hal ini termasuk suatu perilaku menyimpang, namun bila sejumlah besar orang secara bersama-sama menyerbu toko-toko, maka hal ini termasuk suatu perilaku kolektif. Perilaku kolektif meliputi perilaku kerumunan (crowd) dan gerakan sosial (civil society). Rangsangan yang memicu terjadinya perilaku kolektif bisa bersifat benda, peristiwa maupun ide.

CIRI-CIRI PELAKU KOLEKTIF

Adapun cirri-ciri  perilaku kolektif adalah sebagai berikut

1.      Dilakukan bersama oleh sejumlah orang.

2.      Tidak bersifat rutin / hanya insidential.

3.      Dipacu oleh beberapa rangsangan masalah.

Bentuk penyimpangan perilaku kolektif

1.      Tindak kenakalan

2.      Tawuran atau perkelahian antar kelompok

3.      Tindak kejahatan berkelompok atau komplotan

4.      Penyimpangan budaya

Macam-macam perilaku kolektif :

1.      Kerumunan (crowd)

a)      Casual crowd: kerumunan yang tidak sengaja terjadi di pinggir jalan.

b)      Conventional crowd: audience yang sedang mendengarkan ceramah.

c)      Expressive crowd: kumpulan orang yang sedan menonton pertunjukan.

d)     Acting crowd: sekelompok massa yang sedang melakukan tidak kekerasan.

2.      MOB adalah kerumunan yang emosional cenderung melakukan kekerasan/penyimpangan dan tindakan destruktif. Umumnya mereka melawan tatanan sosial yang ada secara langsung.

3.      Panic adalah bentuk perilaku kolektif yang tindakannya merupakan reaksi terhadap ancaman yang muncul di dalam kelompok tersebut. Biasanya berhubungan dengan kejadian-kejadian bencana (disaster).

4.      Opini Public: adalah sekolompok orang yang memiliki pendapat beda mengenai suatu hal dalam masyarakat.

5.      Propaganda adalah informasi atau pandangan yang sengaja digunakan untuk menyampaikan atau membentuk opini public.

Menurut teori Le Bon perilaku kolektif dapan ditentukan oleh 6 faktor berikut ini :

1.      Situasi social

2.      Ketegangan structural, kesenjangan dan ketidakserasian antar kelompok

3.      Berkembang kepercayaan umum

4.      Factor yang mendahului

5.      Mobilisasi tindakan.

Teori perilaku kolektif dapat dijelaskan dari berbagai sudut teori antara lain:

1.      Teori penyebaran.

2.      Teori interaksionis

3.      Teori emergent-norm

4.      Teori value-added

 

B.     Gerakan sosial

            Gerakan sosial adalah gerakan yang lahir dari kondisi masyarakat yang menggambarkan ketidakadilan dan adanya sikap semena-mena maupun sikap yang tidak semestinya terhadap rakyat, sebagai reaksi yang bertujuan menginginkan perubahan kebijakan karena dinilai adanya ketidakadilan.

            Gerakan sosial di masyarakat dapat dijumpai dalam 4 bentuk, antara lain :

1.      Alternative movement

2.      Redemptive movement

3.      Revormative movement

4.      Transformative

 

C.     Kelompok Sosial

            Kelompok sosial adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan di antara mereka secara timbal balik dan saling memengaruhi.

1.      Partisipasi Aktif dalam kelompok

Hal ini dibutuhkan karena partisipasi dari anggota kelompok menunjukkan bahwa ada visi bersama yang diyakini tiap anggotanya. Kesamaan yang dimiliki oleh anggota, seperti misalnya kesamaan tujuan para anggota OSIS yang memengaruhi pola pikir dan pola tindak para anggotanya.

2.      Memiliki Struktur Organisasi

Mulai dari ketua, sekretaris, hingga penanggung jawab masing-masing bidang. Pembagian kerja menjadi salah satu unsur penting dalam

3.      Memiliki Kegiatan yang Dilakukan Bersama-sama

Hal ini merupakan penanda bahwa sebuah kelompok sosial mewujudkan tujuan maupun visinya bersama-sama.

4.      Telah Terbentuk Selama Suatu Jangka Waktu Tertentu

Sebuah kelompok sosial tidak mungkin terbentuk dalam waktu singkat, perlu kurun waktu tertentu untuk dapat dikatakan sebagai kelompok sosial.

5.      Ikatan yang Erat Antaranggota Kelompok Sosial

Hal ini ditandai dengan adanya partisipasi aktif dan kegiatan yang dilakukan bersama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

6.      Memiliki Peraturan dan Norma

Peraturan dan norma dijadikan pedoman bagi para anggota kelompok sosial dalam bersikap maupun bertindak.

 

 

Comments