KOMUNIKASI MASSA

     Semakin berkembangnya generasi, semakin pula berkembangnya teknologi dan pemikiran-pemikiran yang baru lahir. Salah satunya media sosial. Lahirnya media sosial ini membawa pengaruh buruk maupun negatif tergantung bagaimana kita memafaatkannya. mMaka dari itu berikut beberapa tips memanfaatkan media sosial :

1.      Mempromosikan Bisnis

Sebagian generasi C usia produktif biasanya menggunakan media sosial untuk mempromosikan bisnis. Sekarang, bisnis online maupun offline bisa dipromosikan secara maksimal melalui media sosial yang tepat, seperti Instagram, Youtube, dan Facebook.

Semakin banyak followers media sosialmu, maka semakin besar pula kesempatan untuk mendapatkan pelanggan baru. Personal branding bisnis melalui media sosial harus dilakukan secara terencana supaya bisnismu memiliki ciri khas yang membuat pelanggan tak mau beralih ke kompetitor.

2.      Menyimpan Portofolio

Jika kamu bekerja di industri kreatif, maka sebaiknya kamu juga menggunakan media sosial sebagai tempat menyimpan portofolio. Sebagai bagian dari generasi C, jangan malas update portofolio secara rutin ya, sobat ngobi. Portofolio tersebut membuktikan bahwa kamu adalah seorang profesional yang memiliki banyak karya brilian dan sangat mencintai pekerjaanmu.

3.      Menjalin Relasi dengan Kenalan Baru

Faktanya, menjalin relasi dengan kenalan baru di media sosial tak selalu buruk lho, sobat ngobi. Kamu bisa mengenal publik figur, rekan seprofesi, atau teman baru yang satu hobi denganmu melalui media sosial.

Jika kamu sering menjalin relasi melalui media sosial, pastikan kalau kamu berkenalan dengan orang-orang yang menyenangkan dan bisa membawa dampak positif bagi kehidupanmu.

4.      Mencari Referensi Belanja Online

Selain bisa dimanfaatkan untuk mempopulerkan bisnis, media sosial juga bisa digunakan untuk mencari referensi belanja online. Jadi, tak mengherankan deh bila generasi C sering kali asyik scrolling timeline media sosial sebelum membeli produk atau memesan jasa tertentu. Saat ini, banyak sekali toko online yang menyediakan produk dan jasa berkualitas melalui media sosial.

Kamu hanya perlu teliti membandingkan harga dan kualitas serta mencermati testimoni dari para pelanggan lainnya. Kalau kamu teliti sebelum memutuskan untuk belanja online, kemungkinan besar kamu bisa mendapatkan produk terbaik dengan harga yang paling murah.

5.      Mendapatkan Informasi yang Valid dan Up To Date

Jangan ngaku generasi C kalau kamu tidak teliti mendapatkan informasi yang valid dan up to date. Orang-orang yang tergolong dalam kelompok generasi C selalu memanfaatkan media sosial untuk mengakses informasi terkini secara real time. Kalau kamu ingin selalu up to date terhadap perkembangan informasi terbaru, kamu harus follow akun-akun berita yang kebenarannya dapat dipercaya.

6.      Memperoleh Berbagai Inspirasi

Inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari media sosial. Generasi C memang paling jago untuk urusan mencari inspirasi di internet. Media sosial bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan inspirasi resep masakan, desain rumah, ide bisnis, hingga konten kreatif.

7.      Mengabadikan Momen-Momen Berharga

Generasi C yang bijak tidak memanfaatkan media sosial untuk sekadar pamer. Lebih dari itu, ada keinginan mengabadikan momen-momen berharga supaya bisa dikenang di masa depan. Inilah yang membuat generasi C senantiasa berusaha mengedit dan mengunggah konten-konten yang menarik agar momen istimewanya terkesan sempurna di media sosial.

Tujuannya tentu saja bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk membuat rekam jejak pribadi yang tak terlupakan. Konten media sosial pribadi bisa menjadi bahan cerita yang menarik untuk anak cucumu nanti, terutama soal kisah cinta dan pengalaman hidupmu semasa muda.

            Komunikasi merupakan bagian dari ilmu sosial yang berakar pada filsafat. Dalam kehidupan manusia baik secara individu maupun bermasyarakat tentu selalu melakukan komunikasi. Banyak teori yang dikembangkan oleh para pakar komunikasi, hal tersebut dilakukan untuk melahirkan suatu disiplin ilmu yang berguna bagi umat manusia.

            Fenomena inilah yang menarik untuk dikaji dan dijadikan sebagai pedoman dalam komunikasi yang berlandaskan dan berprinsip pada komunikasi Islami. Sesungguhnya Allah SWT sejak menurunkan wahyu pertamanya dalam surat Al-’Alaq adalah perintah untuk membaca. Hal ini mengindikasikan bahwa pada setiap manusia diberikan anugrah berupa kemampuan untuk membaca dirinya dan juga lingkungan sekelilingnya. Proses membaca ini merupakan salah satu implementasi dari komunikasi intrapersonal yang berproses pada diri manusia.

            Beberapa bentuk komunikasi yang telah dikembangkan oleh para pakar, antara lain komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi dan komunikasi massa.

            Komunikasi massa adalah pesan yang di komunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (Mass communication is message communicated through a mass medium to a large number of people). Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa komunikasi massa itu harus menggunakan media massa.7 Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan tekhnologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu atau berkelanjutan serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri. Dari definisi Gerbner tergambar bahwa komunikasi massa itu menghasilkan suatu produk berupa pesan – pesan komunikasi. Produk tersebut disebarkan, didistribusikan kepada khalayak luas secara terus menerus dalam jarak waktu yang tetap, misalnya harian mingguan, dwimingguan atau bulanan.

            Komunikasi massa merupakan bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumlah banyak, bertempat tinggal yang jauh, sangat heterogen, dan menimbulkan efek tertentu. Berbagai teori telah dikembangkan oleh pakar komunikasi untuk melahirkan landasan bagi pelaku komunikasi untuk melakukan komunikasi yang baik dan efektif bagi khalayak. Antara lain perpaduan antara konsep manusia dengan berpedoman pada sumber dasar umat Islam, yakni Al-Quran dan Hadis.

            Komunikasi massa sebagaimana dikatakan yang dikutip oleh Jalaluddin Rakhmat dalam Psikologi Komunikasi adalah: “message communicated through a mass medium to a large number of people” (pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang. Pakar lain, Gerbner menyatakan, “mass communication is the technologically based production and distribution of the most broardly shared continuous flow of message in industrial societies”,yakni komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologii dan lembaga dari urus pesan yang kontinu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri.

            Komunikasi massa dilakukan melalui proses komunikasi melalui media massa dengan berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas. Artinya komunikasi massa itu adalah Media massa sebagai sarana saluran informasi yang dihasilkan oleh teknologi modren, seperti televisi, radio, koran, film, internet dan lain-lain.

            Empat tanda pokok komunikasi massa, antara lain disebutkan 1). bersifat tidak langsung, artinya harus melewati media teknis, 2). Bersifat satu arah, artinya tidak ada interaksi antara peserta-peserta komunikasi, 3). Bersifat tebuka, artinya ditujukan pada public yang tidak terbatas dan anonym, 4). Mempunyai piblik yang secara geografis tersebar. Berdasarkan definisi serta pokok-pokok komunikasi massa di atas maka dapat diketahui bahwa komunikasi masssa memiliki peran besar dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat dalam skala luas, baik untuk sekedar menyampaikan informasi, atau untuk mendidik, menghibur, membimbing maupun untuk memengaruhi pemikiran mereka.

            Terori-teori Komunikasi Massa dalam Perspektif secara khusus belum banyak disebutkan secara konseptual, namun beberapa uraian telah disebutkan untuk menjelaskan bahwa komunikasi massa atau hal yang erat kaitannya dengan audien atau khalayak ramai terdapat dalam materi kajian keilmua dakwah, di mana proses penyampaiannya melalui media kepada masyarakat atau orang banyak.

            Konseptualisasi komunikasi massa sering dikaitkan dengan sifatnya yang massif, heterogen, delayed feedback dan seterusnya. Konsep ini menjadi rancu setelah munculnya berbagai media komunikasi dengan teknik yang lebih maju seperti; komputer, internet dan handpone dengan berbagai bentuk konvergensinya (keadaan menuju satu titik pertemuan-KBBI). Penemuan teknologi komunikasi baru ini menjadikan demassifikasi sebagai salah satu sifat komunikasi massa, yang sangat kontras dengan konsep awal komunikasi massa. Melihat hal ini, Turow menyarankan istilah massa diganti dengan media.

Para pakar komunikasi telah banyak melahirkan teori tentang komunikasi massa. Tiga teori komunikasi massa, yaitu sebagai berikut:

            1. Teori Hypodermik

            Apa yang disajikan media massa secara langsung memberi rangsangan atau berdampak kuat pada diri audience. Tidak ada campur tangan diantara pesan dan penerima, artinya pesan yang sangat jelas dan sederhana akan jelas dan sederhana pula direspon. Jadi, antara penerima dengan pesan yang disebarkan oleh pengirim tidak ada perantara atau langsung diterimanya, oleh karena itu disebut dengan teori puluru (Hypodermic Needle Theory/ Ballet Theory).

            Salah satu contohnya adalah televise. Berbagai perilaku yang diperlihatkan ntegras dalam adegan filmnya memberi rangsangan masyarakat untuk menirunya, padahal semua orang tahu bahwa apa yang disajikan itu semua bukan yang terjadi sebenarnya. Akan tetapi, karena begitu kuatnya pengaruh ntegras, penonton tidak kuasa untuk melepaskan diri dari keterpengaruhan itu.

            2. Cultivation Theory

            Menurut teori kultivasi, ntegras menjadi media atau alat utama di mana para penonton integras belajar tentang masyarakat dan kultur di lingkungannya. Ini artinya, melalui kontak penonton dengan integras, ia belajar tentang dunia, orang-orangnya, nilai-nilainya serta adat kebiasaannya.

            3. Teori Difusi Inovasi

            Difusi adalah suatu jenis khusus komunikasi yang berkaitan dengan penyebaran pesan-pesan sebagai ide baru. Sedangkan komunikasi didefinisikan sebagai proses di mana para pelakunya menciptakan informasi dan saling bertukar informasi tersebut untuk mencapai pengertian bersama. Di dalam pesan itu terdapat ketersamaan (newness) yang memberikan ciri khusus kepada difusi yang mengangkut ketakpastian. Derajat ketidakpastian seseorang akan dapat dikurangi dengan jalan memperoleh informasi.

            Adapun ciri-ciri komunikasi massa dalam lingkup sosial yaitu komunikator dalam komunikasi massa melembaga, Komunikan dalam komunikasi massa bersifat heterogen, Pesannya bersifat umum, Komunikasi berlangsung satu arah, Komunikasi massa menimbulkan keserempakan, Komunikasi massa mengandalkan peralatan teknis dan Komunikasi massa dikontrol oleh gate keeper (pintu masuk). Fungsi Komunikasi Massa antara lain sebagai informasi, hiburan, persuasi, transmisi budaya, mendorong integrase sosial, pengawasan, korelasi, pewarisan sosial, melawan kukuasaan represif, menggugat hubungan trikotomi.

Comments