Ruang Lingkup Sosiologi Komunikasi
Sosiologi komunikasi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang ilmu komunikasi yang dilihat dari segi sosiologi atau kemasyarakatan. Menurut Soerjono Soekanto, sosiologi komunikasi merupakan kekhususan sosiologi mempelajari interaksi sosial. Ranah sosiologi komunikasi meliputi individu, kelompok, masyarakat, dunia, dan segala interaksinya..
Ruang lingkup sosiologi komunikasi meliputi telematika
realitas, efek media, norma sosial baru, cyber community, perubahan sosial komunikasi,
hukum bisnis media. Segala interaksi dapat disebut telematika realitas yang
menyangkut soal teknologi pada media komunikasi, dll. Perkembangan objek ini
sangat berpengaruh pada perkembangan media masa. Efek media masa ini merupakan perangkat
kehidupan masyarakat yang merubah pola hidup masyarakat. Salah satu efek media
masa adalah pergeseran norma-norma sosial hingga menjadi norma-norma baru yang
berlaku. Munculnya norma-norma baru bergeser membentuk komunitas yang
berteknologi atau berkomunikasi melalui media teknologi. Seperti mudahnya akses
memesan makanan dengan system online. Komunitas ini disebut cyber community. Perubahan
pada masyarakat semakin terasa seperti yang jauh semakin dekat dan
kebalikannya. Perubahan tersebut merupakan salah satu perubahan sosial
komunikasi. Factor perubahan sosial menyebabkan mmunculnya hukum atau
undang-undang IT.
Sosiologi komunikasi memilik 4 konsep. Yang pertama adalah
sosiologi yang mempelajari hubungan antar individu sebagai makhluk sosial yang
dapat menyebabkan adanya perubahan sosial. Yang kedua masyarakat yang terdiri
dari kumpulan individu dan hidup berdampingan dalam satu wilayah dan terikat
norma-norma. Yang ketiga adalah komunikasi merupakan suatu media penyampai
pesan. Yang keempat adalah media informasi yang merupakan alat untuk
berkomunikasi.
Obyek sosiologi komunikasi meliputi obyek keilmuan
materiil dan obyek keilmuan formal. Obyak keilmuan materiil adalah manusia. Sedangkan
obyek keilmuan formal adalah proses soial dan komunikasi.
Lahirnya sosiologi komunikasi menempuh dua jalur utama. Kajian-kajian
masyarakat oleh Comte, Durkhein, Talcott Parsons merupakan pandangan paradigma
fungsional, sementara Mars, Dewey, dan Habermas diwakili oleh paradigma konflik
yang menjadi cikal bakal lahirnya teori-teori kritis dalam kajian komunikasi.
Deddy Mulyana dalam (Sambas,2015) mengidentifikasi
teori-teori sosiologi komnikasi menjadi teori perbandingan sosial, teori
percakapan kelompok, dan teori pertukaran sosial. Teori perbandingan sosial
merupakan teori yang berasumsi bahwa dalam kehidupan kita ini selalu
membandingkan diri kita dengan orang lain atau kelompok kita dengan kelompok
lain. Sedangkan teori percakapan kelompok merupakan teori yang berpandangan
bahwa percakapan kelompok sangat berkatian produktivitas kelompok atau upaya
untuk mencapai melalui masukan, variable perantara, dan keluar dari kelompok. Lalu
teori pertukaran sosial menjelaskan bahwa hubungan manusia melibatkan
pertukaran barang dan jasa serta biaya dan imbalan ketika berinteraksi satu
sama lain dalam lingkup kehidupan sosial.
REFERENSI
:
Mahyuddin, Mahyuddin. 2019.
Sosiologi Komunikasi:(Dinamika Relasi
Sosial Di Dalam Era Virtualitas). Makassar: Penerbit Shofia.
Susilo, Dra. Indriati. Sosiologi Komunikasi. P.46
( YTIyYjM0NjkyODE0ODJlZTI4ZDllMWI3NTM1MjgzOGRiMjM2NzRiZA==.pdf
)
keren bgt kak
ReplyDelete